Ramadhan Di Pesantren

0
848

Balung – Bulan suci Ramadhan sudah semakin dekat, itu artinya Allah swt masih memberikan izin kepada kita ummat Muslim untuk menikmati bulan rahmah, bulan ampunan dan bulan untuk berlomba-lomba menjadi hamba yang muttaqin.

Ramadhan di Pesantren, Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung sudah berpuluh-puluh tahun selalu mewajibkan santri-santrinya untuk tetap tinggal di pesantren sampai pada 10 hari Ramadhan bagi anggota kelas 1-5 dan sampai akhir Ramadhan bagi anggota kelas 6, dengan maksud untuk mendidik santri untuk senantiasa bisa melatih dan menempa diri berada di lingkungan yang bak di saat menghadapi moment terbaik.

Ramadhan di pondok tentu berbeda, mulai ketika santri bangun untuk menyantap sahur sampai santri melanjutkan tidur kembali. Tidak seperti hari biasanya di luar bulan Ramadhan. Beberapa anggota berjaga-jaga pada malam hari untuk bergantian menjadi piket membangunkan seluruh santri, dimana malam harinya juga ada yang menjadi piket khataman al-Qur’an di masjid.

Belajar, seperti hari biasanya, kegiatan belajar mengajar dilakukan seperti biasa, namun ada perubahan dan pengurangan jadwal, ketika pukul 09.00 WIB, seluruh santri pergi ke masjid untuk melakukan Shalat Dluha yang kemduian dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit oleh Guru. Dan selesai kegiatan belajar mengajarpun berakhir pada pukul 11.30 WIB tidak seperti biasanya yang jatuh pada pukul 12.30 WIB.

Seluruh kegiatan setelah shalat wajib selalu diisi dengan kegaitan kuliah tujuh menit yang diisi oleh Pembimbing Kelas Enam. Bergantian satu persatu, pasca Islah materi dari Wakil Pengasuh Putra dan Putri. Dengan tujuan supaya mereka siap menghadapi medan dakwah di luar pondok nantinya.

Pasca kuliah tujuh menit (shubuh, dzuhur, ashar, sebelum maghrib dan ba’da tarawih), seluruh santri wajib mengaji dan tahsin mengaji kepada setiap pembimbing, hal ini di maksudkan supaya bisa mengkhatamkan al-Qur’an pada bulan suci Ramadhan.

Buka bersama, hampir menginjak maghrib, setelah kuliah tujuh menit, santri semuanya berkumpul untuk menerima hidangan untuk membatalkan puasa, semua hidangan pembatal ini sedianya sudah di kondisikan oleh organisasi IKSM (Ikatan Santri Mukhlisin), yang beranggootakan dari kelas 4, 3 int dan kelas 3.

Menginjak isya’ tarawih dipimpin oleh Imam yang diawali pada malam pertama selalu oleh KH. Masykur Abdul Mu’id LML begitu terus bergantian oleh guru-guru senior, dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit. Menariknya, seluruh materi kuliah baik dari Pembimbing maupun Guru Senior wajib untuk di catat dan dirangkum dengan baik, ini seluruhnya di Islah satu persatu tiap harinya. (Admin)

Comments