Jember- Menurut data yang dipublikasikan oleh uinsaid.ac.id, pergaulan remaja saat ini menjadi perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, pesantren hadir sebagai salah satu solusi untuk persoalan tersebut. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mampu membentuk karakter dan menjaga pergaulan para remaja selama 24 jam menjadi salah satu tempat yang cocok untuk remaja zaman sekarang, contohnya Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember merupakan pesantren alumni Gontor pertama di Jember, hal ini disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, al-Ustadz KH. Akrim Mariyat, Dipl, Amd. dalam kesempatannya menjadi pemateri dalam agenda Silaturahmi Akbar. Hal ini menjadikan nama Baitul Arqom pun sudah tidak asing lagi bagi masyarakat setempat. Di pesantren ini, para santri tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan semata, tetapi mereka ditempa dan dibina dengan disiplin tinggi untuk membentuk karakter yang tangguh.
Berikut beberapa keunggulan lain dari Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember yang memperkuat alasan mengapa pesantren menjadi sarana pendidikan yang cocok untuk pemuda zaman sekarang.
1. Melatih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab
Pesantren dikenal dengan kehidupannya yang dipenuhi oleh aturan. Namun siapa sangka, ternyata dibalik itu semua terdapat makna tersendiri yang jarang kita ketahui, yaitu melatih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari santri yang tertib dan teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2. Membentuk karakter yang mandiri
Kehidupan di pesantren mengajarkan tentang kemandirian. Para santri dituntut untuk bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Misalnya, ketika dirumah mereka tidak mencuci pakaian sendiri karena dibantu oleh ibu atau menggunakan mesin cuci, maka di pesantren mereka harus mencuci pakaiannya sendiri.
3. Pergaulan santri terbina dengan baik
Di pesantren, interaksi antarsantri sangat diperhatikan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pembulian, penggunaan kata-kata atau perbuatan kasar, serta perilaku apapun yang mampu membawa santri ke arah yang tidak baik.
4. Meningkatkan kualitas ibadah
Keseharian para santri di pesantren tentunya tidak lepas dari yang namanya ibadah. Selain melaksanakan ibadah fardhu, mereka juga diajak untuk menjalankan ibadah sunnah sebagaimana ajaran Rasulullah SAW. Dengan beristiqomah dalam beribadah, para santri dapat terus memperbaiki kualitas ibadah mereka dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Membentuk akhlak yang mulia
Di pesantren, para santri diajarkan bagaimana caranya bersikap yang baik terutama kepada orang yang lebih tua, seperti guru, orang tua, dan kakak-kakak pembimbing. Disana, mereka tidak hanya belajar adab dan akhlak secara materi, tetapi mereka juga diajak untuk mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menerapkannya di lingkungan bermasyarakat.
Akhirnya, memilih pesantren sebagai tempat menempuh pendidikan bukan hanya untuk ilmu pengetahuan, melainkan juga untuk investasi masa depan. Di sanalah kebiasaan dibangun, karakter ditempa, akhlak dan adab ditanamkan, ibadah ditegakkan, serta harapan melahirkan generasi yang lebih baik diwujudkan. (Al/Qr)









