Home Terkini Strategi Santri Taklukkan Tantangan di Era Disrupsi

Strategi Santri Taklukkan Tantangan di Era Disrupsi

0
17

Jember- Suasana di dalam Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, LML siang itu terasa begitu khidmat. Ratusan santri putra dan putri duduk berjejer rapi, pandangan mereka tertuju lurus ke depan panggung utama. Hari itu, Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember sedang kedatangan tamu-tamu istimewa yang membawa misi penting untuk masa depan para santri.

Kegiatan tersebut merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Magister Bahasa dan Sastra Arab Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengangkat tema yang sangat relevan, “Motivasi dan Strategi Santri Menaklukkan Tantangan Era Disrupsi”, acara ini seolah menjadi oase di tengah kegelisahan generasi muda menghadapi perubahan zaman yang serbacepat.

Dua srikandi akademisi yang juga merupakan alumni, Dr. Laili Fitriani, M.Pd. dan Dr. Peny Respati Yurisa, berdiri di depan mimbar. Mereka tidak hanya membawa deretan gelar mentereng, tetapi juga membawa sebuah kesaksian hidup: bahwa santri punya modal yang lebih dari cukup untuk menjadi pemimpin peradaban di masa depan.

Arus disrupsi teknologi hari ini memang memaksa dunia pendidikan, termasuk pesantren, untuk terus berbenah. Menyediakan fasilitas modern, laboratorium canggih, hingga manajemen berbasis digital kini telah menjadi hal yang muhim (penting) agar kita tidak tergilas oleh roda waktu.

Baca Juga :  Jejak Nasab Rasulullah dari Sudan Singgah di Jember: Syekh Awad al-Karim Utsman Ali Muhammad

Namun, di tengah perlombaan memoles fasilitas fisik tersebut, sebuah untaian hikmah klasik dari Ibnu Atha’illah Al-Iskandari kembali terngiang di ruang pertemuan: “Al-a’maalu suwarun qaimah, wa arwahuha wujudu sirri al-ikhlas fiha.” > (Amal perbuatan itu ibarat kerangka yang tegak, sedangkan ruhnya adalah adanya rahasia keikhlasan di dalamnya).

Kalimat ini menjadi tamparan lembut bagi kita semua. Gedung yang megah dan sistem yang canggih hanyalah sebuah kerangka lahiriah yang mati jika di dalamnya kehilangan ruh spirit perjuangan dan ketulusan. Keikhlasan itulah yang dirawat dalam diam dan doa-doa malam, yang terbukti membuat Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mampu melintasi zaman dan melahirkan generasi unggul secara turun-temurun.

Hadirnya para alumni di tengah-tengah santri yang sedang berproses adalah jawaban nyata dari tantangan zaman ini. Melalui sinergi bersama Pascasarjana UIN Malang, para santri diajak melihat langsung bahwa dunia luar memang penuh disrupsi, namun landasan keilmuan yang kuat dan tempaan akhlakul karimah yang mereka dapatkan di pondok adalah jangkar yang akan menjaga mereka tetap kokoh.

Baca Juga :  PORSENI 2022 : Asah Kreatifitas Santriwati Dengan Membuat Hasta Karya

Bagi Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember, bertransformasi dengan strategis bukan berarti ikut larut dan kehilangan arah dalam arus sekularisasi. Transformasi sejati adalah menyerap kemajuan teknologi dengan jemari, namun tetap mengikat erat keikhlasan di dalam hati.

Acara siang itu ditutup dengan gemuruh tekad yang baru di dada para santri. Dari balik dinding Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, LML sebuah pesan penting telah dititipkan: peradaban besar tidak pernah dibangun oleh megahnya beton-beton mati, melainkan oleh hati yang tulus berjuang untuk memeluk erat warisan akhlak para guru. (*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here