KH. Masykur Abdul Mu’id, LML: “Sekali Hidup, Hiduplah yang Bermanfaat!”

0
775
KH. Masykur Abdul Mu'id
KH. Masykur Abdul Mu'id

Jember- Dalam momen khidmat Haflah Takharruj santri akhir Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember, satu pesan agung mengalir dari pendiri pondok, almaghfurlah (alm) KH. Masykur Abdul Mu’id, LML. Melalui lidah wakil pengasuh pondok putra, al-Ustadz H. Muhammad Imaduddin, M.H.I, nasihat beliau kembali menyapa hati para santri—dalam semangat cinta, harapan, dan tanggung jawab.

Almarhum KH. Masykur berpesan agar para santri senantiasa berbuat baik, bukan hanya saat ada yang mengawasi, tapi terutama ketika sendirian.

“Di pondok, ada ustadz dan teman yang bisa mengingatkan. Di rumah, ada orang tua. Tapi kalau sudah hidup sendiri di luar sana, tidak ada yang menegur. Maka berbuat baiklah, karena Allah pasti melihat setiap perbuatan, sekecil apapun itu.”

Ibadah Adalah Tiang Hidupmu

“Kalau di pondok ada yang membangunkan untuk shalat, di luar tidak ada. Maka, jagalah ibadahmu sendiri.”

Pesan sederhana namun mendalam ini menjadi peringatan penting bagi santri akhir yang akan menempuh hidup baru. Ibadah bukan rutinitas pesantren semata, tetapi pondasi hidup seorang Muslim di manapun ia berada.

Baca Juga :  Kursus Sore: “Study Harder is the Key of Success”

Sombong Merusak Diri

“Janganlah sombong. Sesungguhnya sombong itu merusak diri.”

Ilmu dan pencapaian bukanlah alasan untuk meninggikan diri. KH. Masykur Abdul Mu’id, LML menanamkan nilai adab dan kerendahan hati sebagai pakaian hidup santri, karena di situlah letak keberkahan ilmu dan rezeki.

Doakan Pondok, Tempatmu Tumbuh

“Doakan pondok ini tetap baik, tetap lestari, tetap maju.”

Santri mungkin telah lulus, tapi pesantren tetap membutuhkan doa dan cinta dari para alumninya. Sebab dari pondok inilah mereka tumbuh, dari sinilah akar perjuangan itu bermula.

Sekali Hidup, Hiduplah yang Bermanfaat

Dari semua pesan beliau, satu kalimat menancap paling kuat:

“Sekali hidup, hiduplah yang bermanfaat. Berani hidup, tak takut mati. Takut mati, jangan hidup. Takut hidup, mati saja.”

Kata-kata ini bukan sekadar retorika. Ia adalah semangat juang yang diwariskan KH. Masykur Abdul Mu’id, LML pada santri-santrinya untuk hidup penuh keberanian, keteguhan, dan manfaat bagi sesama.

Belajarlah Lebih Giat, Karena Masa Depan Penuh Misteri

“Sampaikan dan camkan pada dirimu sendiri: harus lebih giat belajar. Bisa jadi, itulah yang memudahkan masa depanmu nanti.”

Setiap upaya belajar hari ini, walau tampak sederhana, bisa jadi pintu kemudahan yang tak terduga di masa depan. Maka jangan lelah berusaha, jangan berhenti mencintai ilmu.

Baca Juga :  Belajar dengan Cara Kita Masing-masing dan Menetapkan Tujuan Belajar

Terima kasih Bapak, KH. Masykur Abdul Mu’id, LML, atas warisan nasihat dan nilai-nilai luhur yang tetap hidup hingga hari ini. Doa dan semangat Bapak akan terus hidup dalam diri kami dan para santri.

Semoga dari Pondok Pesantren Baitul Arqom Balun Jember yang sederhana, lahir insan-insan luar biasa. (*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here