Jember- Waktu dapat diibaratkan sebagai pedang, jika kita tidak pandai menggunakannya untuk menebas, maka kitalah yang akan ditebas olehnya. Setiap orang diberi waktu 24 jam yang sama, yang membedakan adalah bagaimana cara mengisi waktu tersebut. Bagi seorang pelajar terutama santri, manajemen waktu antara ibadah dan belajar adalah sebuah tantangan besar.
Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, manajemen waktu bukan hanya menjadi sebuah aturan, melainkan menjadi budaya keseharian santri. Seluruh aktivitas mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi sudah tersusun dengan rapi sehingga membentuk kebiasaan disiplin.
Berikut adalah beberapa tips manajemen waktu ala santri yang bisa diterapkan.
1. Menjadikan Shalat sebagai Poros Jadwal
Santri tidak mengatur jadwal shalat di sela-sela belajar, melainkan sebaliknya, menggunakan waktu shalat lima waktu sebagai pembagi waktu atau time blocking. Contoh:
– Blok Fajar (ba’da Subuh): Adalah waktu terbaik untuk menghafal atau memahami pelajaran berat karena pikiran masih belum terdistraksi dengan kegiatan lain.
– Blok Siang (ba’da Dzuhur/Ashar): Dapat digunakan untuk mengerjakan latihan soal
– Blok Malam (ba’da Maghrib/Isya’): Waktu untuk mengulang (murajaah) pelajaran
2. Terapkan Prinsip “Barakah di Waktu Pagi”
Dalam tradisi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, waktu setelah subuh digunakan untuk belajar mandiri. Secara ilmiah, hormon kortisol yaitu hormon yang membantu meningkatkan fokus dan daya ingat berada di puncaknya ketika pagi hari. Oleh karena itu, hindari tidur setelah Subuh dan distraksi gadget selama satu sampai dua jam.
3. Sedikit Demi Sedikit Namun Konsisten
Lebih baik belajar selama 30-45 menit dalam sehari tapi rutin daripada 10 jam sekaligus namun jarang. Salah satu metode belajar yang efektif adalah teknik podomoro, yaitu belajar dengan fokus selama 25 menit kemudian istirahat sejenak 5 menit untuk berdzikir atau sekedar meregangkan badan.
4. Ritual Sebelum Belajar
Agar waktu belajar dapat bernilai ibadah dan mudah diserap, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
– Berwudhu Sebelum Belajar: Menjaga wudhu selama belajar dapat memberikan rasa tenang.
– Berdoa: Memohon kemudahan agar ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat
– Meluruskan Niat: Niatkan belajar sebagai bentuk rasa syukur atas akal yang diberi dan usaha untuk memberi manfaat kepada orang lain.
5. Memanfaatkan Waktu Kosong
Santri biasanya memanfaatkan waktu di sela-sela antrean dengan melakukan hal-hal produktif. Seperti menghafal ataupun membaca catatan pelajaran.
6. Muhasabah
Sebelum tidur, sebaiknya luangkan waktu minimal 5 menit untuk evaluasi harian. Contoh:
– Apakah target belajar hari ini tercapai?
– Apakah shalat sudah dilakukan diawal waktu?
– Apa yang menghambat produktifitas hari ini?
Dengan menggunakan tips mengatur waktu ala santri ini, setiap pelajar diharapkan mampu mengelola waktu belajar dan beribadah dengan baik. Namun, tetap diperlukan konsistensi dan kedisiplinan ketika menjalankannya. Karena konsisten dan kedisiplinan adalah kunci utama kesuksesan.(Ns/Qr)









