Jember- Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kajian kitab, tetapi juga menjadi tempat belajar kehidupan yang membentuk karakter seorang santri. Hal ini juga berlaku di berbagai pesantren lainnya.
Sejak dahulu hingga kini, pesantren tetap menjaga keseimbangan antara pendidikan dan pembinaan karakter. Di sana, santri dibiasakan hidup sederhana, disiplin, dan mandiri. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara teratur, mulai dari ibadah, belajar, hingga aktivitas lainnya. Melalui berbagai kegiatan positif tersebut, lahirlah nilai-nilai kehidupan yang akan mengakar kuat dalam diri para santri.
Tanpa disadari, terdapat tujuh pelajaran hidup yang dipelajari oleh santri selama di pesantren, yaitu:
Pertama, santri akan belajar mandiri. Hidup di pesantren menuntut mereka untuk jauh dari orang tua, yang mana hal ini memang bukanlah perkara mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, santri akan terbiasa untuk menjalankan aktivitas, memenuhi segala kebutuhan, serta menyelesaikan tiap permasalahannya secara mandiri. Mulai dari mencuci pakaian, menyiapkan kebutuhan harian, hingga mengatasi konflik pertemanan.
Kedua, santri terbiasa hidup disiplin. Pesantren yang dikenal dengan berbagai peraturannya mencerminkan kehidupan yang tertib dan teratur. Setiap aktivitas yang dilakukan santri tentu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu, sikap disiplin akan tumbuh dan menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.
Ketiga, santri belajar arti kesederhanaan. Pesantren mendidik para santri untuk tidak berlebihan, apalagi bermewah-mewahan. Melalui aturan berpakaian yang sederhana, penyediaan makanan secukupnya, serta pembiasaan hidup apa adanya, santri akan memahami nilai kesederhanaan dan menumbuhkan rasa syukur.
Keempat, santri memahami pentingnya kebersamaan. Hidup dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda-beda mengajarkan mereka untuk saling menghargai, berbagi, dan tolong menolong.
Kelima, santri menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi ujian. Tak jarang santri yang dihadapkan pada berbagai macam permasalahan, baik pertemanan, pelajaran, maupun hal lainnya. Oleh karena itu, secara bertahap mereka akan terbiasa mengatasi setiap persoalan dan menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat dan dewasa .
Keenam, santri terbiasa mengamalkan ibadah yang menjadikannya lebih dekat dengan Allah SWT. Di pesantren, santri dibiasakan untuk sholat tepat waktu dan juga berjama’ah. Selain itu, mereka juga diarahkan untuk melaksanakan ibadah sunah seperti sholat dhuha, tahajud, serta dzikir pagi dan petang. Tanpa disadari, rutinitas tersebut mampu membentuk hubungan yang kuat antara hamba dan Rabb-nya.
Ketujuh, santri memahami pentingnya adab dan akhlak. Pesantren mendidik santri untuk berperilaku baik terhadap orang sekitarnya, terutama orang yang lebih tua seperti guru dan orang tua. Hal tersebut mencerminkan kualitas akhlak dan kepribadian seseorang. Jika akhlaknya baik, ia akan disukai dan dihormati oleh banyak orang, demikian pula sebaliknya.
Akhirnya, tujuh pelajaran tersebut menjadi bekal santri dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi berbagai macam tantangan zaman. Semoga apa yang diperoleh santri dari pesantren dapat terus melekat dan menjadi cahaya di setiap langkahnya. Aamiin Allahumma aamiin…(Al/Qr)









