Home Terkini Pengalaman Mondok di Pesantren yang Membentuk Mental Tangguh

Pengalaman Mondok di Pesantren yang Membentuk Mental Tangguh

0
4

Jember- Pemahaman singkat tentang “mental tangguh” adalah siap menerima segala konsekuensi yang terjadi didalam kehidupan tanpa ada rasa putus asa, tetap bertahan, kuat, dan tenang dalam menghadapi segala kesulitan hidup. Misalnya: Apabila gagal dalam ujian, ia tidak mudah menyerah, terus belajar dengan giat, dan mencoba lagi, dan masih banyak lagi contoh-contoh sederhana yang bisa kita ambil dari kehidupan kita.

Kenapa pembentukan mental yang tangguh sangat penting dalam pendidikan pesantren? Karena pesantren bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak, kepribadian, membentuk sikap tanggung jawab sebagai bekal santri menghadapi kehidupan setelah lulus.

Saya adalah santri yang sangat setuju dengan opini bahwasannya pesantren adalah tempat pembentukan mental yang tangguh yang paling ampuh. Karena pendidikan di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember bukan hanya memberikan pendidikan ketika berada di dalam kelas maupun dalam suatu acara, akan tetapi pendidikan di sini berlangsung selama 24 jam. Dimulai dari bangun tidur hingga mau tidur lagi semua diisi dengan pendidikan. Kegiatan di luar jam sekolah pun tetap disebut sebagai pendidikan, karena saat itu kita pasti mendapat suatu pembelajaran, entah itu pembelajaran hidup maupun pembelajaran yang membentuk karakter santri. Kita bisa mengambil contoh dari kegiatan sederhana santri, seperti: mengantri kamar mandi, dalam kegiatan sederhana tersebut santri bisa mendapat banyak pembelajaran yaitu melatih santri dalam kesabaran dan melatih santri untuk tetap tertib sehingga santri tidak mudah-mudah melanggar ketertiban yang ada.

Baca Juga :  Liburan Telah Usai, Saatnya Kembali ke Pondok Menuju Masa Depan Gemilang

Saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman yang saya rasakan didalam pesantren. Ketika kita sudah mau untuk melangkah masuk kedalam kehidupan di pesantren, artinya kita sudah siap dalam menghadapi segala rintangan yang akan kita hadapi kedepannya nanti. Berawal dari bangun subuh setiap hari yang terasa sangat berat, namun kita belajar untuk melawan rasa malas dan apa bila dilakukan setiap hari akan menjadi kebiasaan baik yang berdisiplin. Yang kedua, setelah itu kita mengikuti kegiatan pagi yaitu pemberian kosa kata bahasa arab dan Inggris (Mufrodat dan Vocabularies), yang mana melatih kita untuk sabar dalam proses pembiasaan berbahasa yang baik dengan pemberian kosa kata sederhana.

Yang ketiga, jauh dari orang tua, mungkin sebelumnya, ada beberapa santri yang tidak pernah jauh dari orang tua, dan di pesantren melatih santri untuk belajar mandiri, dan sabar dalam menahan rindu. Yang keempat, Piket dan tugas pondok yang kita kerjakan melatih diri untuk tetap bertanggung jawab dengan amanah yang telah diberikan kepada kita, walaupun lelah karena kelelahan itu akan diganti dengan selegaan ketika kita menuntaskan tanggung jawab dengan baik. Yang kelima, Ketika menghadapi ujian ataupun perlombaan, melatih diri untuk tidak putus asa walaupun tidak sesuai dengan hasilnya dan membangkit kan semangat dalam berusaha, dan masih banyak lagi pengalaman yang ada di pondok pesantren yang membentuk mental yang tangguh.
Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga :  Santri Berkarakter: Inilah 7 Pelajaran Hidup di Pesantren

 الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ.

Artinya:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya ada kebaikan…”

Hadis yang dimaksud adalah riwayat Shahih Muslim. Yang mana hadist diatas menjelaskan bahwasannya Allah lebih menyukai hamba-Nya yang kuat, artinya tidak mudah menyerah, yang mau berjuang dalam menjalani kehidupan ini. Terkadang kita terlalu takut untuk menjalani kehidupan ini sehingga kita menjadi lemah, dan terkadang kita lupa bahwasannya Allah selalu menyertai kita disetiap langkah kita. Adanya ujian didalam kehidupan kita bukan untuk kita pikul sendiri, akan tetapi agar kita selalu meminta pertolongan kepada Allah.

Maka membentuk mental yang tangguh dalam diri sangatlah penting. Dan mental yang tangguh itu adalah bekal penting agar santri bisa menjaga iman, menghadapi ujian dengan sabar, tetap Istiqomah dalam kebaikan serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa. Dan semua hal itu kita bisa dapatkan di dalam Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. (Nre/*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here