Home Catatan SAHUR: Berkah di Sepertiga Malam dan Pahala Membangunkan Sesama

SAHUR: Berkah di Sepertiga Malam dan Pahala Membangunkan Sesama

0
131

Jember Dalam menjalankan ibadah puasa, kita dianjurkan untuk melaksanakan sahur terlebih dahulu. Namun, di luar sana masih banyak orang yang mengabaikan sahur dengan berbagai alasan, seperti mengantuk, malas, atau merasa sudah kenyang. Padahal, tanpa disadari, sahur memiliki banyak manfaat, terutama bagi kesehatan jasmani.

Dalam bersahur, hendaknya kita mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan vitamin serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Karena dengan begitu, kadar gula darah dapat terjaga kestabilannya, risiko maag atau asam lambung dapat berkurang, dan dehidrasi dapat dicegah, sehingga energi dalam tubuh kita dapat terjaga sampai tiba waktu berbuka.

Oleh sebab itu, melaksanakan sahur sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain menjaga kekuatan tubuh, sahur juga mengandung banyak keberkahan, meskipun hanya dengan meminum segelas air. Sesungguhnya, pada waktu sahur Allah dan para malaikat turun, lalu bershalawat kepada umat muslim yang melaksanakan sahur. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Baca Juga :  Belajar Jadi Pemimpin Sejak Dini: Serunya Berorganisasi di Pondok Pesantren

Artinya: “Sahur adalah makanan yang penuh berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya dengan meminum seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (HR. Ahmad)

Di sisi lain, waktu yang paling baik untuk melaksanakan sahur adalah ketika menjelang fajar, yakni di ujung sepertiga malam, sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Pada waktu tersebut, kebanyakan umat muslim tidak hanya bersahur, tetapi juga mendirikan sholat tahajjud, termasuk santrisantri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Sebab, saat itu merupakan waktu yang mustajab untuk memohon ampunan serta pertolongan dari Allah SWT.

Untuk memudahkan pelaksanaan sahur, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengadakan piket keliling membangunkan para santri. Beberapa di antara mereka mendapatkan tugas untuk berjaga malam, kemudian keliling membangunkan teman-temannya saat waktu sahur tiba. Menurut perspektif Islam, membangunkan orang untuk sahur hukumnya mubah (diperbolehkan), karena termasuk bentuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ibadah. Dengan demikian, mereka akan berpeluang memperoleh keberkahan dan pahala.

Baca Juga :  Semarak HUT RI: Santriwati Baitul Arqom Ciptakan Senam Kreasi 

Harapannya, kebiasaan baik ini dapat terus terjaga serta menanamkan rasa kepedulian dan keikhlasan dalam diri para santri. Semoga sahur yang mereka lakukan dapat membawa keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. (Al/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here