Home Catatan Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Islam bagi Generasi Muda

Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Islam bagi Generasi Muda

0
1

Jember- Masa muda adalah masa yang penuh semangat, mimpi, dan proses pencarian jati diri. Pada masa inilah seseorang menentukan arah hidupnya di masa depan. Karena itu, Islam menganjurkan generasi muda untuk mengisi waktunya dengan sebaik mungkin sebab itu akan menjadi investasi berharga di dunia dan akhirat.

Islam adalah agama yang memuliakan orang berilmu. Wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca (iqro’). Hal ini menjadi pegangan kuat bahwa seorang muslim wajib menuntut ilmu. Pernyataan ini sesuai dengan sabda Nabi SAW

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”

Semua kegiatan akan bernilai baik apabila dijalani dengan ilmu yang benar. Maka dari itu, ilmu menjadi petunjuk yang mengarahkan setiap aktivitas akan bernilai ibadah di hadapan Allah.

Saat ini, banyak sekali generasi muda yang mengejar pengakuan di media sosial. Mereka mengira dengan mengikuti tren-tren masa kini dan memiliki banyak pengikut,mereka akan lebih dihargai dan mendapat kedudukan yang baik. Padahal, pengakuan mereka hanyalah sementara. Apabila trennya sudah lewat, maka pengakuan mereka pun hilang. Beda halnya dengan orang berilmu. Semakin luas ilmunya, semakin tinggi pula penghargaan yang diperoleh. Bukan hanya dari manusia, tapi juga dari Allah SWT.
Dalam Qur’an Allah berfirman:

Baca Juga :  Arena Gembira Pondok 2022, Pimpinan Pondok : Nilainya 10 !

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ”

Artinya:
“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menjelaskan bahwa orang berilmu memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah. Karena dengan ilmu, seseorang mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Selain itu, ilmu juga menjadi cahaya yang menerangi manusia dari kebodohan dan kesesatan. Karna itulah orang berilmu memiliki derajat yang tinggi.

Generasi muda adalah pemilik masa depan. Sejarah sudah mencatat bahwa kejayaan Islam pada masa lalu banyak digerakkan oleh pemuda berilmu. Sebagai contoh Ibnu Sina yang menguasai ilmu kedokteran di usia muda, serta Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun dengan kecerdasan strategi yang dimilikinya. Pemimpin suatu bangsa disiapkan melalui pemuda-pemuda didalamnya. Jika pemudanya rapuh maka runtuhlah masa depan bangsa tersebut. Maka dari itu, menuntut ilmu adalah suatu persiapan untuk mewujudkan pemimpin yang baik.

Baca Juga :  Tasmi’: Program Hafalan Juz 30 Menjelang Wisuda Siswa Akhir

Menuntut ilmu di masa muda memang melelahkan. Banyak pengorbanan yang dilakukan mulai dari waktu, tenaga, hingga pikiran. Imam Syafi’i berkata:

مَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَعَلُّمِ سَاعَةً، تَجَرَّعَ ذُلَّ الجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ

Artinya:
“Barang siapa yang tidak mau merasakan pahitnya belajar walaupun sesaat, maka ia akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”

Nasehat ini menjadi pegangan di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Di sini santri dibiasakan hidup disiplin, mandiri, serta rajin dalam belajar. Semua kegiatan yang dijalani setiap hari merupakan proses pembentukan karakter agar santri tidak hanya cerdas tapi juga berakhlak dan memiliki jiwa kepemimpinan. Harapannya, semoga santri mampu menjadi generasi yang cerdas serta siap menjadi pemimpin umat, dan membawa manfaat bagi agama dan masyarakat. (Ns/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here