Jember- Hari itu (7/8/25), merupakan hari terakhir diadakannya Kuliah Umum Khutbatul Arsy di tahun ajaran baru ini. Suasana terasa lebih tenang dan khidmat. Semua hadirin yang hadir duduk dengan tertib, menyimak pesan yang disampaikan oleh para asatidz dengan penuh perhatian. Semua diam mendengarkan, tidak ada suara kegaduan bahkan bisikan kecuali suara dari ustadz yang memberikan pesan dan nasehat. Beberapa hadirin ada yang mengangguk kecil, tanda mulai paham dengan apa yang disampaikan.
Sebagai pengisi terakhir di Babak penutup ini, Bapak Pimpinan Pondok Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I. menjelaskan tentang beberapa prinsip dan falsafah Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember tentang kehidupan, pengorbanan, pengabdian, serta pendidikan ala pesantren.
Berikut adalah penjelasan dari prinsip serta falsafah Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember:
1. Pondok ini milik umat
Maksudnya, pondok ini didirikan untuk kemaslahatan umat Islam. Bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga ataupun golongan tertentu. Prinsip ini bermakna bahwa semua masyarakat Islam bertanggung jawab untuk merawat, menjaga serta memajukan pondok sesuai nilai-nilai keislaman. Karena pondok adalah milik umat, maka manfaat dari keberadaannya ditujukan untuk umat.
2. Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan.
Salah satu dari ciri khas yang dimiliki pondok modern adalah terbuka untuk semua kalangan. Pondok ini tidak terbatasi pada satu golongan, satu mazhab, ataupun satu ormas islam. Prinsip “pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan“ menunjukkan bahwa Baitul Arqom Jember menjunjung tinggi persatuan umat. Semua yang datang kepondok dengan niat lillahi ta’ala untuk mencari ilmu dan bersedia taat pada aturan pondok akan diterima dengan baik. Dari sini santri akan belajar untuk hidup rukun dalam keberagaman.
3. Semua adalah pendidikan.
Di pondok ini, pendidikan tidak hanya didapat di dalam kelas. Apa yang didengar, dilihat dan dirasakan oleh seluruh santri adalah pendidikan. Dari asrama yang merupakan tempat tinggal bersama, mandi pagi buta sampai antre di dapur semua mengandung nilai-nilai pembelajaran. Dengan demikian, di sini santri akan dididik menjadi orang yang cerdas secara intelektual, berakhlakul karimah, memiliki pribadi yang mandiri dan bermental kuat.
4. Hidup sekali, hiduplah yang berarti
Kesempatan hidup di dunia hanya sekali. Dan di sini, santri diajarkan untuk menghargai hidup dan menjalaninya dengan hal yang berguna dan bermanfaat, bukan sekedar aktitivitas tanpa arah tujuan. Bila hidup diisi dengan hal-hal yang bermakna maka akan meninggalkan jejak kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
5. Berjasalah, tapi jangan minta jasa
Kalimat ini mendidik kita ketika melakukan sesuatu harus didasari dengan niat ikhlas tanpa mengharapkan pamrih dari orang lain. Sekarang ini, banyak orang melakukan suatu pekerjaan hanya untuk mendapat pujian, ingin disebut-sebut. Di pondok, santri diajarkan untuk menjadi pribadi yang tulus dalam bekerja. Filosofi ini juga menanamkan sifat rendah hati pada diri santri. Sikap ini akan membentuk karakter pemimpin yang selalu bekerja untuk umat tanpa mengharapkan imbalan serta pengakuan.
6. Pendidikan pondok: by doing bukan by list
Pondok tidak hanya mengajarkan pendidikan tentang teori. Santri diajarkan dengan menggunakan metode learning by doing. Tidak hanya menghafal pelajaran tapi juga menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Dengan ini, santri akan lebih memahami pelajaran, tidak hanya tahu konsep tapi juga paham praktek.
Pada akhirnya, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember berharap kepada seluruh santri-santrinya agar dapat mengamalkan prinsip serta filosofi ini dengan baik di dalam maupun di luar pondok. (Ns/Qr)









