Jember- Malam itu (10/8/25) rintik hujan menyirami bumi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menyapa kecemasan dan penantian para santri yang kemudian bergegas menuju depan rumah Alm. KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L. untuk menyambut tanggungjawab baru dalam agenda reformasi kepengurusan.
Dalam pembukaannya Bapak Pimpinan Pondok, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menekankan, “Dalam amanah, apabila kita tidak maksimal maka pertanggungjawaban nya bukan hanya didepan manusia saja tapi juga di depan allah SWT”. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk konsisten dalam setiap pekerjaan dan meniatkannya Lillahita’ala. Maka, setiap kesulitan yang kita dapatkan akan senantiasa memperoleh pertolongan dari Allah SWT. Sebab apapun yang sudah menjadi tanggungjawab kita, tidak akan melewati batas kemampuan kita. Seperti yang telah dijelaskan didalam ayat suci Al-Qur’an:
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Tujuan reformasi kepengurusan ini sudah jelas, yakni menciptakan organisasi yang lebih sistematis tanpa mengurangi esensi syari’at keislaman. Yang mana mencakup: pergantian struktur kepengurusan, penyusunan laporan pertanggungjawaban yang lebih eksplisit, serta perbaikan sistem program kerja. Namun selain itu, reformasi ini harus dijalankan dengan prinsip musyawarah, keterbukaan dan tetap menghargai hierarki pendidikan pesantren.
Sejatinya, reorganisasi di dalam pondok pesantren merupakan salah satu usaha untuk melestarikan kesinambungan antara penyebaran isIam yang rahmatan lil’aalamiin dengan modernisasi saat ini, sehingga pondok pesantren bisa menjadi lembaga pendidikan yang signifikan, mendunia dan membawa keberkahan bagi umat manusia.
Akhirnya, reformasi menjadi pondasi utama dalam usaha meneguhkan peran pesantren ditengah-tengah masyarakat, melalui peningkatan kualitas manajemen, mutu diskusi dan komunikasi, serta kekompakan rekan kerja. Jadi, diharapkan agar Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dapat melahirkan generasi unggulan secara intelektual dan spiritual yang mampu menghadapi tantangan di masa depan. (Al/*)









