Jember- Di tengah-tengah arus problematika negara seperti saat ini, dibutuhkan sekumpulan generasi-generasi yang memiliki intelektual tinggi. Hal tersebut sesuai dengan salah satu visi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, yaitu mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
Ulama merupakan bentuk jamak dari kata bahasa Arab (عالم) yang artinya seseorang yang memiliki wawasan luas, yang mana pada umumnya merujuk pada ilmu-ilmu pengetahuan islam. Sedangkan definisi dari kata intelek adalah kecerdasan dalam berpikir kritis serta keahlian dalam menganalisis, sering kali hal ini condong kepada ilmu-ilmu pengetahuan umum.
Intelektual sendiri memiliki beberapa macam jenis dilihat dari berbagai bidang keahliannya, diantaranya adalah:
1. Intelektual religius
Seseorang yang memahami ilmu-ilmu keagamaan secara mendalam dan mampu mengkolaborasikan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama seperti ulama’ cendikiawan.
2. Intelektual profesional
Keahlian seseorang dalam bidang pekerjaan tertentu. Misal: Spesialis gigi, arsitektur, insinyur, psikolog, yang telah menguasai bidangnya.
3. Intelektual kritis
Kemampuan dalam menganalisis, berani mengemukakan pendapat yang benar, dan memiliki pendirian atau tidak mudah dipengaruhi.
4. Intelektual inovatif
Orang yang terbuka terhadap perubahan, mampu menciptakan inovasi dan imajinasi baru, dan mampu menggabungkan teori dengan praktek.
5. Intelektual aplikatif
Dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dengan menerapkan ilmu pengetahuannya.
Oleh sebab itu, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember memadukan istilah ulama dengan intelektual, harapannya supaya dapat melahirkan generasi yang dapat mendalami teks-teks pengetahuan Islam dan juga berwawasan pengetahuan umum yang luas. (Al/Qr)









