Memahami Pendidikan Tradisional di Pondok Pesantren

0
194

Jember- Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember merupakan lembaga pendidikan tradisional yang sudah berdiri sejak lama. Pendidikan ini berpangkal pada tradisi-tradisi ulama terdahulu, berpegangan teguh kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan hadist, serta menanamkan ilmu-ilmu pengetahuan Islam.

Ciri-ciri pendidikan tradisional di dalam lingkungan pesantren pada umumnya mengacu pada nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter.

1. Berbasis asrama
Para santri dan santriwati tinggal bersama di asrama. Tujuannya membentuk nilai-nilai kemandirian, gotong royong, kedisiplinan dan membentuk karakter yang berintegritas.

2. Dipimipin oleh seorang Kiai
Sosok kiyai menjadi pusat komando dan figur yang diteladani seluruh santri dari segi keilmuan maupun etika dan akhlak.

3. Berlandaskan nilai-nilai keislaman
Pondok pesantren menanamkan ilmu-ilmu pengetahuan Islam melalui pemahaman pelajaran fiqh, hadist, Al-quran, akhlak, dll.

4. Ikut berperan dalam masyarakat
Dengan melahirkan da’i dan ulama yang intelek pesantren dapat turut membangun masyarakat melalui dakwah, pembentukan karakter yang bermoral, dan generasi yang siap mengabdi di masyarakat.

Lembaga pendidikan tradisional bertujuan untuk memahami, mempelajari, menghayati, dana mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Baca Juga :  Al-Farabi: Filosof Muslim Jenius yang Merintis Jalan Ilmu Pengetahuan Modern

Tapi, dilihat dari perkembangan zaman yang semakin modern, perlu bagi kita untuk menyelaraskan antara pikiran yang tradisional dan modern. Nilai-nilai tradisional seperti kesopanan, kerja sama, musyawarah, dll. sangat relevan untuk meningkatkan diri dalam kehidupan yang modern. Namun itu saja tidak cukup, pola pikir yang modern yaitu pola pikir terbuka, maju, dan inovatif juga dibutuhkan supaya kita tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.

Akhirnya, pondok pesantren bukan hanya mencetak generasi yang berilmu tetapi juga berakhlaq mulia dan memiliki karakter yang bermoral. Harapannya, pondok pesantren bisa terus menjaga tradisi, nilai-nilai keislaman, dan mampu menyesuaikan diri dengan kemodernan zaman. (Al/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here