Mengenal Ibnu Rusyd: Seorang Filsuf Andalusia

0
254

Jember- Di bumi yang sangat luas ini, terdapat beraneka ragam agama. Salah satunya adalah agama Islam. Islam sendiri memiliki beberapa organisasi seperti NU, Muhammadiyah, Syi’ah, dan lain sebagainya. Hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan pendapat yang berpacu pada hadist-hadist yang diriwayatkan oleh ulama’ terdahulu. Oleh karena itu, muncullah kitab Bidayatul Mujtahid yang menyimpulkan perbedaan pendapat para ulama’ beserta dalilnya yang diciptakan oleh Ibnu Rusyd.

Ibnu Rusyd yang memiliki nama asli Abu Al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Bin Rushd, lahir pada tahun 1126-1198 M. Beliau merupakan Ilmuwan muslim terbesar di Andalusia, dan juga merupakan seorang filsuf.

Di kalangan barat Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes atau The Commentator, sebab karya-karyanya berupa penjelasan dan interpretasi yang berdasarkan pada filsafat Aristoteles. Hal itu sangat berpengaruh pada kehidupan di Eropa.

Di samping itu, Ibnu Rusyd bukan hanya seorang ahli filsafat, tapi juga seorang dokter, astronomi, fiqih, dan tafsir. Sama halnya dengan lingkup pesantren, di sana para santri dididik tidak hanya untuk paham agama, tapi juga cerdas secara intelektual dan memiliki pengetahuan yang luas dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  Pentingnya Bersedekah dalam Islam

Bidayatul Mujtahid adalah salah satu kitab karya Ibnu Rusyd. Kitab ini banyak dipelajari oleh beberapa pesantren termasuk Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Tujuannya, untuk memperdalam ilmu-ilmu fiqih dengan berbagai madzhab dan memahami tata cara ijtihad.

Akhirnya, dengan meneladani Ibnu Rusyd, pesantren diharapkan dapat menjaga tradisi bahtsul masa’il, serta berpikir analitis sehingga santri dapat memahami perbedaan pendapat tanpa kebutaan fanatisme. Tak lepas dari itu, santri tidak hanya ahli agama, tapi juga mampu berpikiran luas secara ilmiah dan rasional persis seperti Ibnu Rusyd. (Al/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here