Home Catatan STIFIn: Tes Psikologi Melalui Sidik jari

STIFIn: Tes Psikologi Melalui Sidik jari

0
983

Jember- STIFIn merupakan akronim dari 5 mesin kecerdasan, yang terdiri dari sensing, thinking, intuiting, feeling, dan insting. Mesin kecerdasan ini menjelaskan konsep untuk mengidentifikasi kecerdasan dan karakter manusia berdasarkan operasi otak yang lebih dominan melalui sidik jari. Tes STIFIn ini dapat dilakukan dengan cara men-scan atau memindai sepuluh sidik jari. Sebab sidik jari membawa informasi tentang susunan saraf, kemudian dianalisis dan dihubungkan dengan belahan otak yang lebih dominan. 

Pada tahun 1999  tes STIFIn ditemukan oleh Farid Poniman. Beberapa instrumen tes ini  telah diklaim mampu mendeteksi belahan dan lapisan otak manusia. Sehingga dapat membawa informasi yang kompleks. Tak hanya itu, pada tiap ujung jari terdapat titik syaraf yang   terhubung dengan otak diantaranya adalah jempol dengan lobus prefrontal, telunjuk dengan lobus frontal, jari tengah dengan lobus parietal, jari manis dengan lobus temporalis, dan jari kelingking dengan lobus oksipitalis. 

Masing-masing lobus tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Hal ini disebabkan setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Terdapat beberapa tipe kepribadian berdasarkan STIFIn , yakni:

  1. Sensing 

Sensing merupakan sistem operasi otak yang berada pada belahan otak kiri bawah. Seseorang yang memiliki karakteristik sensing lebih mengandalkan setiap indera yang ada pada tubuhnya. Terdapat 2 tipe Sensing yaitu sensing introvert (Si) dan sensing ekstrovert (Se).  Adapun sifat khas yang dimiliki Si yakni gigih, detail, perekam, disiplin, hati-hati, semangat,  workaholic, tepat waktu, dan ensiklopedia.   Namun, untuk Se lebih condong pada sifat petualang, suka bermain, demonstratif, murah hati, selaras, pamer, tidak menyerang dan memiliki daya tahan yang kuat.

Baca Juga :  KH. Izzat Fahd, M.Pd.I: “Santri Harus Berpikir Progresif!” 

Sementara untuk peluang bisnis, sensing introvert sesuai dalam bidang karir keuangan, transportasi, pertahanan, hiburan, jurnalis, sejarawan, dll.  Akan tetapi berbeda dengan sensing ekstrovert, untuk Se lebih sesuai dengan bidang ekonomi, sport, militer, perhotelan, sejarah, ahli bahasa, ahli keuangan, pedagang, dll. 

2. Thinking

Bagi seseorang yang memiliki sifat thinking lebih mengutamakan logika. Terdapat 2 tipe thinking, yakni thinking introvert (Ti) dan ekstrovert (Te). Terdapat sifat yang dibawa yaitu tepat waktu, totalitas, terjadwal, mandiri, fokus, mekanistik, bijaksana, dan tanggung jawab. Adapun beberapa karir yang cocok untuk Ti adalah  informasi, teknologi, pertambangan, konstruksi, kesehatan, garmen, manajer, manufacturer, bisnis, properti, peternakan, penelitian, perminyakan, dll. Akan tetapi berbeda dengan Te yakni ristek IT, bisnis, pertambangan, ahli konstruksi, bisnis kesehatan, pabrikan, peneliti, garmen, dan dokter.

3. Intuiting

Definisi dari intuiting adalah karakteristik yang lebih mementingkan intuisi. Terdapat 2 macam thinking yaitu Intuiting Introvert dan Ekstrovert. Tipe Intuiting lebih condong pada sifat  pembelajar, tegas,  perfeksionis, dan optimis. Sehingga sesuai dengan bidang karir pengusaha/investor, bisnis, pendidikan, pelatihan, penulis, sastrawan, sinematogravis, detektif, seniman, pengusaha dan peneliti.   Namun bidang karir yang lebih dominan pada intuiting ekstrovert yakni iklan agency, lifestyle mode, bisnis penerbangan, bisnis agroforestry, seniman,  pengusaha,  peneliti, fisikawan, pencipta lagu, reengineering, proyeksi, filosof, dll.

Baca Juga :  Lebih Berani Berbicara Depan Umum dengan Muhadloroh

4. Feeling

Seseorang yang memiliki sifat feeling dimiliki oleh seseorang yang lebih mengutamakan perasaan. Feeling dibedakan menjadi 2 yaitu feeling introvert (Fi) dan ekstrovert (Fe). Adapun sifat-sifat kecenderungan yang muncul akibat kedua sifat ini yakni, Fi memiliki sifat idealis, pemimpin, baik hati, reflektif, meyakkin kan, promotor, diplomatis, dan mudah bersahabat.  Namun, untuk Fe memiliki sifat empathy, tolerance, communicative, listener, sympathetic, persuasive, affectionate, enable, considerate, dan guiding. Sedangkan, untuk karir Fi dominan pada psikolog, komunikasi, diplomat, humas, investor, negarawan, seniman, budayawan, dll. Namun, untuk Fe lebih sesuai dengan politisi, eksekutif, lawyer, kesenian, investor, public speaker, administrasi negara, dll.

5. Instinc

Insting merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang yang lebih mementingkan naluri. Namun, khusus insting tidak memiliki pembagian sifat. Terdapat sifat khas yang dimiliki  yakni memiliki keseimbangan yang kuat, kompromiss, damai, banyak akal, sederhana, pemaaf, dan mediator. Adapun bidang bisnis yang cocok yaitu pembalap, entertainment, agamawan, aktivis, performance, spiritualitas, birokrat, pelayanan masyarakat, dll.

Metode STIFIn banyak diterapkan di berbagai bidang, khususnya pada  pendidikan. Hal ini dapat membantu orang tua untuk mengenal dan memahami kemampuan, minta, serta bakat anak. Sehingga berbagai minat dan bakat anak mendapatkan dukungan dan fasilitas yang memadai dari orang tua. Tak hanya itu, cita-cita dan keinginan anak di masa depan yang akan datang dapat tercapai. (Rb/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here