Home Terkini Praktik Penggunaaan Mikroskop di Laboratorium IPA

Praktik Penggunaaan Mikroskop di Laboratorium IPA

0
602

Jember- Di era modern ini, pendidikan sains termasuk salah satu peran penting dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan murid. Hal tersebut tidak hanya di sekolah umum saja, namun didalam pesantren sekarang sudah banyak melakukan hal tersebut. Salah satu cara efektif dalam meningkatkan ilmu sains tersebut dengan cara melakukan praktek entah di laboratorium bahkan bisa jadi langsung terjun ke alam. Contohnya, praktek penggunaan Mikroskop di laboratorium.

Mikroskop merupakan alat untuk melihat jasad renik atau benda-benda yang berukuran kecil dan tidak bisa di jangkau oleh mata telanjang. Mikroskop ini ditemukan oleh orang Belanda bernama Antonie Van Leuwenhoek. Penggunaan Mikroskop dapat menjadi alat sebagai konsep pembelajaran dasar Biologi, seperti struktur sel dan organisme lainnya.

Dengan adanya praktek ini bisa lebih memudahkan para santri untuk memahami materi. Contohnya di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember sudah memiliki laboratorium IPA yang di dalamnya sudah tersedia alat-alat untuk berpraktek sains. Selama mengabdi di sini, saya berkesempatan sebagai seorang pengajar bidang studi Biologi. Jika saya menerangkan dengan materi saja mereka tampak lebih bosan dan kadang kurang paham dalam materi tersebut, beda dengan ketika saya mengajar dengan disertai praktek langsung, rata-rata mereka tampak lebih senang bahkan cepat dalam mencerna maksud dari materi dan paham akan materi itu. 2 Minggu yang lalu saya mengajak para santriwati untuk melakukan praktek penggunaan Mikroskop di laboratorium.

Baca Juga :  Lomba Futsal Santri: Sehat Diri Sendiri & Sehat Sosial

Para santriwati tampak antusias dalam melakukan tahapan-tahapan ketika mempraktikkan penggunaan Mikroskop. Salah seorang santriwati berkata, “Ustadzah kita bisa melihat titik kecil yang ada di dalam preparat ini dengan menggunakan mikroskop, tapi hasilnya lebih indah bukan hanya titik kecil seperti ini lagi Ustadzah”.

Ada santriwati lain berkata, “Ustadzah kita lebih senang jika melakukan belajar diiringi dengan praktek”. Lalu teman disampingnya menambahkan, “Iya Ustadzah saya lebih cepat paham dengan cara praktek seperti ini”. Rata-rata para santriwati lebih menyukai metode pembelajaran sains ini dengan lansung praktek, dengan alasan mereka lebih cepat menyerap materi tersebut.

Bisa kita lihat dari pernyataan para murid. Adanya praktek merupakan salah satu hal yang disenangi dan metode pembelajaran yang bisa membuat mereka lebih cepat menyerap materi yang di sampaikan oleh guru.(R2M/Qr).

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here