Home Catatan Pengesahan Karya Tulis Ilmiah: Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Santri

Pengesahan Karya Tulis Ilmiah: Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Santri

0
561

Jember- Pada hari Senin tanggal 10 Maret 2025 Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember resmi mengesahkan karya tulis ilmiah atau paper berbahasa Arab karya santri dan santriwati kelas 6. Meskipun di tengah agenda bulan Ramadhan seluruh santri dan santriwati kelas 6 tetap fokus menyusun makalah ilmiah.  Mereka mengerjakan secara berkelompok dengan ketentuan satu kelompok membuat satu karya ilmiah dan didampingi oleh satu musyrif. Adapun bermacam-macam tema yang diusung dimulai dari tauhid, tarbiyah, syariat, dll. 

Kegiatan paper ini merupakan agenda wajib  bagi santri dan santriwati kelas 6 sebelum agenda ujian dan yudisium tiba. Setelah karya ilmiah ditulis, kemudian diajukan kepada musyrif masing-masing. Apabila memenuhi syarat dan ketentuan, maka akan disahkan secara bersama-sama. 

Karya tulis ilmiah merupakan sebuah karya yang dihasilkan dari kegiatan menulis, menganalisis dengan menggunakan penerapan kaidah ilmiah, mengutamakan aspek rasionalitas, mengusung permasalahan yang bersifat obyektif serta faktual. Sebagai sebuah saran, penulisan karya tulis ilmiah yang baik sebaiknya menggunakan kata yang tidak ambigu, atau memiliki makna ganda. Maka diperlukan penggunaan gaya bahasa yang lugas, eksplisit, variasi istilah ilmiah yang sesuai dengan aturan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Reformasi Pengurus OSBA, Patah Tumbuh Hilang Berganti

Mayoritas penduduk Indonesia tidak memiliki minat membaca dan menulis yang tinggi. Akhirnya hal ini berdampak pada jumlah hasil karya tulis anak bangsa. Jumlah hasil karya anak Indonesia sangatlah sedikit. Namun, fakta ini sangatlah disayangkan. Padahal, karya tulis merupakan sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan, tentunya referensi juga harus disertakan. 

Beberapa anak negeri ini menganggap bahwa menulis hanyalah membuang waktu dan pikiran saja. Padahal jika kita melihat manfaat yang ada, fakta opini tersebut sangatlah berbanding terbalik. Setelah membaca beberapa fakta yang ada, ternyata menulis memiliki nilai positif yang sangat tinggi. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Beberapa tokoh ulama terdahulu seperti Khawarizmi, Ibnu Sina, dll menulis berbagai karya dan penelitiannya dalam sebuah buku. Oleh karena itu, kita bisa mempelajari ilmu-ilmu tersebut pada zaman sekarang ini. 

Tak lepas dari itu, pada zaman teknologi ini, berbagai ilmu pengetahuan telah maju dan berkembang. Dari fakta ini karya tulis ilmiah memiliki peran sarana untuk pengembangan penelitian dengan menghadirkan pengetahuan-pengetahuan baru. Setelah memperoleh data-data yang akurat, diolah, disimpulkan, kemudian diterapkan dalam kehidupan. Semakin baik suatu karya tulis ilmiah berdasarkan isi, tujuan dan orisinalitas, maka semakin luas cakrawala ilmu pengetahuan penulisnya. Sebab suatu karya tulis ilmiah juga mewakili struktur pemikiran dari penulisnya.

Baca Juga :  Ekskul Videografi, Santri Siap Jadi Content Creator Handal

Sumber penyusunan karya tulis ilmiah, didapat dari teori-teori para ahli yang telah tertuang dalam jurnal ilmiah atau sebuah buku. Sumber-sumber ini disebut sebagai sumber pustaka. Setiap penulis karya membuat suatu bukan hanya menulis. Akan tetapi  melibatkan kemampuan  intelektualitas penulis. Seluruh kemampuan kecerdasan penulis dilibatkan disini. Hal ini sama dengan para santri dan santriwati yang telah berhasil membuat karya ilmiah atau paper, mereka diajarkan untuk mencari berbagai referensi dan data akurat di perpustakaan. Jadi, tanpa mereka sadari, mereka juga telah mempelajari cara merumuskan suatu permasalahan. Harapannya dengan adanya kegiatan paper ini dapat meningkatkan kualitas menulis dan membaca bangsa Indonesia. (Rb)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here