Metode Belajar Unik Santri dan Santriwati di Pondok Pesantren

    0
    646

    Jember- Setiap individu pasti memiliki keinginan untuk menjadi pintar, agar menjadi pintar diperlukan suatu usaha yang dinamakan belajar. Belajar merupakan suatu proses atau upaya yang dilakukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, nilai maupun sikap. Apabila seseorang telah mempelajari berbagai pengetahuan, maka akan tampak suatu perubahan tingkah laku sehingga  dapat menciptakan individu yang lebih baik, khususnya belajar di Pondok Pesantren.

    Terdapat cara belajar santri yang dianggap unik dan hanya ditemukan di lingkungan Pondok Pesantren.  Sebab di Pondok Pesantren para santri dan santriwati belajar selama 24 jam. Berbeda dengan siswa yang belajar hanya di kelas, lebih-lebih mengikuti kursus belajar. Meskipun para santri dan santriwati belajar secara mandiri tanpa mengikuti sebuah kursus akan tetapi selalu dalam bimbingan ustadz dan ustadzah selama 24 jam.

    Metode Belajar Santri

    1. Belajar Sendiri

    Seorang santri yang memiliki kebiasaan belajar seperti ini, biasanya memerlukan perhatian lebih terhadap materi yang dipelajari. Sehingga suasana menjadi lebih fokus. Focus adalah salah satu kunci dari dalam menghafal dan pendalaman materi. Biasanya individu seperti ini cenderung menyukai tempat yang sepi dan tenang. Akan tetapi metode ini memiliki suatu kekurangan, yaitu mudah bosan dan mengantuk.

    2. Belajar di Tempat yang Ramai

    Berbeda dengan sebelumnya, metode ini lebih cenderung menyukai belajar di tempat yang ramai. Sehingga merasa tidak fokus apabila merasa kesepian. Biasanya santri yang memiliki kebiasaan seperti ini lebih menyukai belajar secara berkelompok. Kemungkinan besar dengan penerapan metode belajar seperti ini, maka santri akan merasa bersaing dengan temannya. Sehingga lebih semangat dalam belajar. Akan tetapi terdapat kekurangan dari metode tersebut, yakni sering kali terdapat beberapa santri yang melupakan niat awal. Misalnya mengobrol.

    Baca Juga :  Ala Arsitek!  Uniknya Lomba Wafer Castle, Susun Wafer Jadi Istana Mini

    3. Belajar dan Menghafal Pelajaran dengan Berjalan

    Salah satu metode ini juga termasuk salah satu cara belajar unik di Pondok Pesantren. Sebab hanya di dapatkan di lingkungan Pesantren dan tidak ditemukan di tempat lain. Para santri dan santriwati tidak minder membawa buku di setiap tempat. Bahkan pada saat berjalan pun mereka membawa dan membaca buku mereka. Sehingga mereka menerapkan metode belajar yang tercantum dalam mahfudzot yang berbunyi:

    خير جليس في الزمان كتاب

    Sebaik-baik teman di waktu duduk adalah buku,”

    Akan tetapi meskipun memiliki banyak keunggulan, metode ini juga memiliki kekurangan yaitu mudah lelah dan letih.

    4. Belajar dengan Metode Diskusi dan Bertanya

    Terkadang untuk mengukur kemampuan hafalan dan pemahaman materi, para santri dan santriwati meminta tolong kepada teman maupun ustadz dan ustadzah untuk memberikan pertanyaan tentang materi tersebut. Sehingga para santri dapat mengetahui seberapa kuat hafalan dan pemahaman materi mereka. Akan tetapi kekurangan dari metode ini adalah terkadang tidak semua pertanyaan yang ditanyakan teman dan ustadz tidak tercantum di dalam soal. 

    Baca Juga :  SAMBANG ALUMNI: Menguatkan Tali Silaturrahmi di Tengah Kota Denpasar

    5. Belajar dengan Suara Lantang

    Salah satu metode pembelajaran ini menggunakan medium suara sebagai paduan. Biasanya santri yang menerapkan metode ini lebih cenderung menyukai hafalan daripada sebuah pemahaman. Akan tetapi seyogyanya kita mendalami keduanya. Sehingga semua materi dapat meresap dengan baik. Walaupun metode ini baik akan tetapi dapat mengganggu teman lainnya.

    6. Belajar melalui Rangkuman dan Catatan

    العلم صيد والكتابة قيده قيد صيودك بالحبال الواثقة

    Ilmu itu bagaikan hewan buruan dan tulisan adalah talinya. Maka ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat.”

    Terkadang terdapat beberapa santri dan santriwati yang lebih menyukai belajar melalui catatan dan rangkuman daripada melalui buku bacaan. Sebab dianggap lebih praktis. Akan tetapi hal ini juga memiliki suatu kekurangan yakni tidak semua materi tercantum dalam rangkuman maupun catatan. Sehingga minimnya penguasaan materi santri.

    Belajar merupakan kewajiban bagi setiap santri dan santriwati. Walaupun metode belajar mereka berbeda-beda, akan tetapi tujuan mereka tetap sama. Perbedaan ini dapat dimaklumi karena setiap individu memiliki sifat dam kepribadian yang berbeda. (Rb/*)

    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here