Memahami Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Syari’at

    0
    11

    Jember- Wudhu adalah salah satu syarat sah dalam melaksanakan shalat. Dalam ajaran Islam, wudhu tidak hanya berfungsi sebagai penyuci hadas kecil, tapi sebagai media pelatihan untuk menjaga kebersihan. Dengan wudhu, kita diajarkan memulai ibadah dalam keadaan suci, baik secara fisik dan batin. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami tata cara wudhu dengan benar agar sesuai dengan tuntunan syariat ibadah kita menjadi sempurna.

    Perintah berwudhu sendiri telah disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ

    “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku dan usaplah kepalamu dan kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Wudhu memiliki 6 rukun, yaitu:

    1. Niat

    Niat wudhu dilaksanakan bersamaan dengan membasuh wajah. Adapun niat wudhu adalah sebagai berikut:

    نَوَيْتُ الوُضُوءَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah Ta’ala.”

    2. Membasuh wajah

    Baca Juga :  Rihlah Iqtisodiyah: Belajar Wirausaha dari Dunia Nyata

    Imam Nawawi berpendapat bahwa batas membasuh wajah secara vertikal adalah dari tempat tumbuhnya rambut sampai dagu bawah. Sedangkan secara horizontal batasnya ada diantara dua telinga (kanan dan kiri). Jika seseorang memiliki jenggot atau kumis, maka harus dipastikan air merata mengenai kulit karena jenggot dan kumis masih ada dalam area wajah.

    3. Membasuh tangan sampai siku.

    Ketika membasuh tangan, pastikan semua bagian kulit, kuku, dan rambut mulai dari ujung jari hingga siku terkena air.

    4. Mengusap sebagian kepala

    Menurut mayoritas ulama, batas membasuh adalah seluruh bagian kepala mulai dari tumbuhnya rambut di dahi sampai tengkuk. Namun, menurut Mazhab Imam Syafi’i, batas membasuh adalah sebagian kecil kepala atau sehelai rambut saja sudah dianggap cukup.

    5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

    6. Tertib

    Maksudnya adalah melakukan rangkaian wudhu secara berurutan sesuai rukun yang telah ditetapkan.

    Selain memiliki 6 rukun, wudhu juga memiliki sunah yang menjadikannya lebih sempurna,

    1. Membaca basmalah sebelum berwudhu
    2. Mencuci kedua telapak tangan sebelum berkumur
    3. Madmadah (berkumur)
    4. Istinsyaq dan istintsar (memasukkan air kedalam hidung lalu mengeluarkannya)
    5. Mengusap kedua telinga
    6. Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan
    7. Mengulang basuhan hingga tiga kali
    8. Muwalat (berturut-turut)
    9. Membaca doa setelah wudhu
    Adapun doa setelah wudhu adlah sebagai berikut:

    Baca Juga :  Ujian Amaliyah Tadris, Santri Akhir Siap Jadi Pendidik Profesional

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.”

    Melalui pelajaran fikih, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengajarkan santri dan santriwatinya untuk memahami dan ibadah dengan benar sesuai syariat. Demikianlah penjelasan singkat tentang rukun dan sunah wudhu. Semoga setelah kita mempelajarinya, kita dapat melaksanakan wudhu dengan lebih baik, sehingga ibadah yang kita lakukan menjadi lebih sempurna dan diterima Allah SWT. (Ns/Qr)

    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here