Menelaah Hadits Riwayat Bukhori: “Perkataan adalah Sihir”

    0
    188

    Jember- Perkataan mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Di satu sisi, kalimat dapat memberikan semangat hidup, menguatkan dan menjadi obat bagi hati yang terluka. Selain itu, kata-kata juga bisa melukai hati, memadamkan semangat, dan menghancurkan harapan. Inilah mengapa perkataan disebut memiliki kekuatan sihir tersendiri karena pengaruhnya dapat mengendalikan jiwa dan perasaan seseorang.

    Radulullah saw. Bersabda

    إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا

    Artinya:
    “Sesungguhnya diantara sebagian perkataan itu ada yang mengandung sihir.” (HR. Bukhori dan Muslim)

    Hadits ini memaparkan bahwa kata-kata tidak dapat diremehkan. Nasihat yang baik dapat mengantar ke jalan kebaikan, sedangkan ucapan yang buruk bisa menyesatkan dan membinasakan seseorang.

    Ada sebuah kisah inspiratif dalam sejarah Islam tentang sahabat rasul yang bernama Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu. Sebelum masuk Islam, ia terkenal sebagai orang yang paling menentang agama Allah. Ia pernah berniat membunuh Rasulullah. Tapi, semua berubah ketika dia mendengar bacaan Surah Thaha dari lisan sang adik, Fatimah binti Khattab. Pada mulanya ia marah, tetapi setelah membacanya sendiri, hatinya menjadi luluh. Perkataan Al-Qur’an yang begitu indah ini seakan mampu menyihir hatinya hingga memeluk islam dengan segenap jiwa.

    Baca Juga :  PENGUKUHAN OSBA: Siap Memimpin & Siap Dipimpin

    Sejak peristiwa tersebut, Umar menjadi sahabat nabi yang maju paling depan dalam membela Islam. Sosok yang semula sangat keras terhadap rasulullah, berubah 180 derajat menjadi pelindung umat. Semua itu bermula dari kata-kata al-qur’an yang berisikan kebenaran. Dari sini dapat dipetik sebuah pelajaran yang berharga bahwa lisan mampu menjadi hidayah bila digunakan untuk menyampaikan kebenaran.

    Allah pun mengingatkan kita tentang pentingnya berkata baik. Allah berfirman didalam al-qur’an:

    وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ؕ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ؕ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا ۝٥٣

    Artinya:
    “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)’. Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia”. (QS Al-Isra: 53)

    Ayat ini menerangkan bahwa perkataan buruk dapat membuka cela bagi setan untuk merusak hubungan antar manusia.

    Di dunia pesantren khususnya Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, kekuatan kata-kata begitu terasa. Wejangan yang diberikan kyai mampu memberikan serta menumbuhkan semangat kepada para santri. Sesingkat apapun pesan yang disampaikan, dapat membekas dalam hati hingga bertahun-tahun. Banyak santri mengaku memiliki motivasi belajar yang berasal dari kalimat sederhana yang keluar dari lisan gurunya.

    Baca Juga :  FKPM Gelar Pertemuan Dengan ASFA Foundation Dalam Rangka Persiapan Muktamar

    Selain itu, pendidikan pesantren juga mengajarkan adab berbicara. Santri diharuskan menjaga lisan dari perkataan kotor, ghibah, serta ucapan yang sia-sia. Sebaliknya, mereka ditanamkan kebiasaan untuk berkata baik, sopan dan penuh manfaat. Ini merupakan salah satu pembentukan karakter agar kelak menjadi pribadi yang menebarkan kebaikan lewat ucapan.

    Pada akhirnya, dapat kita pahami bahwa perkataan dapat menyihir seseorang. Dapat menuntun ke jalan Allah apabila digunakan dalam kebaikan, juga bisa menjerumuskan ke dosa serta merusak hubungan apabila ucapan tidak digunakan dengan benar atau dipersalahgunakan. Semoga kita dapat menjaga lisan kita agar menjadi sumber kebaikan bagi orang lain. (Ns/Qr)

    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here