Jember- Pada masa ini, Indonesia mengalami krisris literasi. Menurut World’s Most Literate Nations oleh Central Connecticut State University, Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara soal literasi tepat di atas negara Botswana pada tahun 2020 lalu, hingga sekarang riset tersebut belum ada pembaharuan.
Hal tersebut mengindikasikan rendahnya minat baca penduduk Indonesia. Akibatnya, kualitas sumber daya manusia di Indonesia menurun dan kualitas pendidikan berkurang. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus menyadari akan pentingnya membangkitkan kembali minat baca, sebab dapat berdampak kepada kemajuan bangsa Indonesia.
Perlu kita ketahui, bahwasanya membaca merupakan perintah dari Allah SWT yang turun pertama kali melalui surat Al-‘Alaq ayat pertama yang berbunyi:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!”
Ayat di atas menjadi landasan bagi umat muslim untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Apabila membaca sudah menjadi kebiasaan, maka kemampuan kita dalam berpikir kritis akan berkembang. Tak hanya itu, ada banyak sekali manfaat lain yang kita peroleh dengan membaca, diantaranya adalah:
1. Menambah wawasan
2. Membentuk growth mindset
3. Terbebas dari fanatisme buta
4. Tidak mudah termakan oleh informasi palsu
5. Meningkatkan literasi
6. Melatih kefokusan
7. Mengurangi stress
8. Mengasah kualitas bahasa
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember merupakan pesantren modern yang juga berperan dalam meningkatkan literasi bangsa Indonesia. Sebab, pesantren tidak hanya memperdalam ilmu agama tetapi juga mengembangkan ilmu pengetahuan umum serta membentuk karakter santri.
Dengan melalui program-program yang dijalankan seperti les komputer, menyusun pidato, menyediakan mading, praktek presentasi, dan lain sebagainya. Pondok pesantren mampu memperkuat literasi, baik literasi baca-tulis maupun literasi digital.
Harapannya, dengan meningkatkan kualitas literasi, dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang kritis, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan-tantangan zaman, hingga akhirnya menciptakan Indonesia maju. (Al/Qr)








