Jember- Di era digital, handphone (HP) menjadi salah satu alat yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Ia memudahkan kita untuk berkomunikasi, bekerja, mengakses ilmu, hingga berdakwah. Namun, jika penggunaannya melebihi batas wajar bahkan sampai tidak terkendali, HP yang semula merupakan alat bermanfaat berubah menjadi sumber mudhorot.
Di akhirat kelak, semua yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban. Termasuk tubuh, waktu, dan perhatian. Terlalu lama bermain HP tanpa tujuan yang jelas bisa menimbulkan dampak serius, baik secara spiritual, sosial, dan fisik.
Berikut dampak negatif yang ditimbulkan akibat terlalu lama bermain HP menurut Islam.
1. Lalai dalam beribadah.
Salah satu dampak dari penggunaan HP secara berlebih adalah lalai dalam melaksanakan ibadah. Banyaknya notifikasi yang diterima, scroll media sosial terlalu lama, serta hiburan digital lainnya kerap membuat seseorang menunda shalat bahkan meninggalkannya, dzikir pagi petang terlupa, al-qur’an jarang dibaca, dan ibadah-ibadah lain yang terabaikan. Dalam Islam, kelalaian terhadap kewajiban adalah tanda bahwa hati jauh dari Allah.
2. Menyia-nyiakan waktu.
Kelak, manusia akan ditanya tentang bagaimana ia menghabiskan waktu hidupnya di dunia. Terlalu sering scroll HP tanpa tujuan yang jelas, mengonsumsi konten satu ke konten yang lainnya adalah bentuk mubazir waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beribadah, bekerja, belajar, ataupun olah raga, habis untuk hal sia-sia.
3. Terjerumus dalam maksiat dan fitnah.
Tidak semua konten yang ada di HP bersifat baik. Apabila seseorang mengakses gadget tanpa adanya iman, maka ia akan mudah terjerumus pada kemaksiatan, seperti ghibah, fitnah, adu domba, hasad (membandingkan diri dengan orang lain), dll. Dosa ini biasanya terasa sepele karena dilakukan lewat layar, tapi dampaknya akan besar jika dilakukan terus-menerus.
4. Merusak silaturahmi.
Gawai memang mempermudah kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tapi, terlalu sering bermain HP juga berdampak negatif pada hubungan sosial. Ketika berinteraksi dengan dunia nyata, seseorang bisa saja hadir dalam bentuk fisik, tapi tidak secara emosi.
5. Mengurangi rasa syukur
Nikmat waktu adalah nikmat yang sering disalah gunakan. HP yang digunakan secara berlebihan untuk kesenangan duniawi menyebabkan perasaan kurang puas dan sulit untuk bersyukur.
6. Gangguan kesehatan fisik.
Mengonsumsi gadget secara berlebihan dapat merusak kesehatan mata, nyeri leher dan punggung, pola tidur jadi rusak, serta gangguan kesehatan lainnya.
Larangan kecanduan bermain HP ini sudah disebutkan oleh Allah SWT dalam surah Al-alA’raf ayat 31 yang berbunyi:
اِنَّهٗ لَا یُحِبُّ الْمُسْرِفِیْنَ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa sikap berlebihan dalam penggunaan gadget adalah suatu kemudharatan. Walaupun pada dasarnya bermain gadget diperbolehkan, tapi apabila tidak dikontrol dengan baik maka akan berdampak negatif bagi kehidupan.
Sejalan dengan hal ini, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember memberlakukan pembatasan penggunaan HP yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Perlindungan Anak. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga fokus santri dalam belajar, beribadah, serta melatih kedisiplinan dan pengelolaan waktu agar tidak terjebak dalam sikap berlebihan.
Walaupun dibatasi dalam penggunaan gawai, pondok tetap membekali seluruh santri dengan fasilitas pembelajaran komputer sehingga santri tidak kudet tentang perkembangan zaman.
Semoga pembatasan ini bisa membantu santri agar mampu menggunakan teknologi secara bijak. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan menjaga kita agar dapat menggunakan fasilitas yang ada sebagai sarana kebaikan. Aamiin.(Ns/Qr)









