Jember- Pernahkah kamu merasa gelisah atau cemas tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi saat itu hatimu sedang jauh dengan Allah. Semakin dekat kita kepada-Nya, semakin tenteram pula hati yang kita rasakan.
Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah:
1. Disiplin sholat fardhu
Sholat merupakan ibadah utama sekaligus sarana yang mampu menghubungkan hamba dengan Rabb-Nya. Dengan menjaga kedisiplinan dalam sholat tepat waktu, hati menjadi lebih tenang dan hidup menjadi lebih terarah karena senantiasa mengingat Allah.
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Artinya: “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.” (Q.S. At-Thaha: 14)
2. Menggiatkan do’a dan dzikir
Do’a merupakan sarana seorang hamba berkomunikasi dengan Rabb-Nya, untuk memohon pertolongan, menyampaikan harapan, serta memuji Sang Illahi sebagai wujud keimanan dan ketaatan. Sementara itu, dzikir adalah ibadah yang bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun melalui lisan, hati, maupun perbuatan. Oleh karena itu, keduanya menjadi jalan untuk semakin dekat dengan Allah SWT selain menjaga sholat tepat waktu.
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d: 28)
3. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an
Al-Qur’an menjadi pedoman hidup umat muslim. Dengan membaca, memahami maknanya, dan mengamalkannya, seseorang akan memperoleh petunjuk dari Allah sehingga hidupnya lebih terarah dan kegelisahan pun berkurang.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
Artinya: “Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Q.S. Al-Isra’: 82)
Sejatinya, ketenangan hati akan diperoleh saat kita dekat dengan Allah SWT. Kedekatan dengan-Nya dapat menumbuhkan rasa tawakal -berserah diri seutuhnya kepada Allah, sehingga hati tidak mudah cemas oleh keadaan dan tidak putus asa saat menghadapi kegagalan. Dengan begitu, kehidupan pun berjalan seimbang, iman semakin kokoh, dan kedamaian batin dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember sangat menjaga ibadah para santrinya dengan mewajibkan sholat berjama’ah, berdzikir dan berdoa setelah sholat, serta membiasakan membaca al-Qur’an. Dengan demikian, para santri senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Harapannya, kebiasaan ini mampu membentuk pribadi yang beriman kuat, berakhlak mulia, dan tenang dalam menjalani kehidupan.(Al/Qr)









