Jember- Pernahkah kalian berada di posisi harus memilih dua hal yang sama-sama penting-entah itu soal karir, pendidikan, maupun jodoh? Nah, dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya mengandalkan logika, tetapi juga melibatkan Allah SWT dengan memohon petunjuk melalui sholat istikharah.
Lantas, apa sholat istikharah itu? Sholat istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat, sebagaimana sholat sunnah lainnya, yang dikerjakan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT ketika seseorang merasa bimbang diantara dua pilihan. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ، ثُمَّ لْيَقُلْ…
Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian berkehendak dalam suatu perkara, hendaklah ia shalat dua rakaat selain shalat wajib, kemudian berdoa…” (H.R. Bukhari)
Tata cara sholat istikharah sama seperti sholat sunnah lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada niat, waktu pelaksanaan, serta do’a khusus.
- Niat
Adapun niat sholat istikharah adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala”.
Setelah niat, dilanjutkan dengan sholat dua rakaat sebagaimana sholat sunnah lainnya. Dianjurkan untuk membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
2.Waktu pelaksanaan
Sholat istikharah dapat dilakukan kapan saja, namun lebih utama pada sepertiga malam, karena waktu tersebut merupakan saat yang paling mustajab untuk berdo’a dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Muzammil ayat 6, yang berbunyi:
اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًا
Artinya: “Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya.”
3.Do’a Khusus
Seusai melaksanakan sholat istikharah, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berdoa agar diberikan pilihan yang terbaik. Berikut doa yang dibaca:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu, dan aku mohon kekuatan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang Agung…”
Hasil sholat istikharah tidak selalu berupa mimpi, tetapi bisa berupa kemantapan hati pada satu pilihan, dimudahkan jalan menuju arah tertentu, serta dijauhkan dari hal-hal buruk.
Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, santri dibiasakan untuk tidak hanya sekedar berusaha dan mengandalkan logika, tetapi juga bertawakal serta memohon petunjuk kepada Allah SWT. Dengan begitu, santri akan terlatih untuk berkomunikasi dengan Allah lewat do’a, memiliki sikap tawadu’, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Hal ini sejalan dengan ajaran sholat istikharah.
Dengan membiasakan beristikharah, santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang matang dalam mengambil keputusan, tenang dalam menghadapi ujian, serta istiqamah dalam menjalankan kebaikan. Semoga para santri senantiasa menjadikan Allah SWT sebagai sandaran utama dalam setiap pilihan hidup, sehingga tumbuh menjadi generasi berilmu dan berakhlak. Aamiin… (Al/Qr)









