Jember- Setiap manusia dilahirkan ditempat yang berbeda beda. Ada yang berasal dari kota dengan segala layanan yang memadai, ada pula yang berasal dari kampung dengan fasilitas kurang memadai, sangat jauh dari hiruk pikuk suasana kota. Banyak ulama, tokoh besar, dan pemimpin umat yang terlahir dari latar belakang sederhana. Dengan begitu, harus kita sadari bahwa tempat lahir bukanlah penentu masa depan.
“Badan boleh dari kampung, tapi pikiran ga boleh kampungan.”
Bukan suatu hinaan, tapi ungkapan tersebut menjadi tamparan untuk membangkitkan semangat. Meski berasal dari kampung, kita harus memiliki pola pikir yang maju dan terbuka untuk ilmu dan perkembangan jaman. Kampungan bukan berarti tinggal di kampung, tapi itu ternyata terkait pola pikir. Tidak mau belajar hal baru, malas berkembang, merendahkan ilmu, enggan menerima kritikan, dan bangga akan kebodohan.
Di zaman modern ini, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diakses dengan mudah. Pelajar dari desa pun bisa menguasai bahasa asing, menjadi tokoh terkenal, menulis buku, menjadi motivator, dan lain-lain. Semua itu bisa digapai hanya dengan semangat belajar dan pola pikir yang terbuka.
Rasulullah saw. bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga”. ( HR. Muslim)
Hadits ini menerangkan, bahwa yang terpenting dalam menggapai sesuatu adalah kemauan untuk belajar dan berubah, bukan dilihat dari tempat asalnya.
Pondok pesantren merupakan tempat sederhana yang dapat melahirkan orang orang hebat yang memiliki pola pikir maju namun tetap berdasarkan pada nilai-nilai keislaman. Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, santri tidak hanya diajari tentang akademik tapi juga dibina untuk hidup sederhana, menjadi pribadi yang beradab, berilmu, dan mandiri. Mungkin saja mereka berasal dari kampung kecil di pelosok desa atau kota, tapi dengan mempelajari ilmu dengan sungguh sungguh mereka siap tumbuh menjadi sosok besar di masa depan.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan lahir dikampung, karena yang menentukan masa depan bukanlah tempat kelahiran melainkan pola pikir dan semangat tinggi. Mari perlihatkan pada seluruh dunia bahwa kampung kita dapat melahirkan tokoh-tokoh besar. (Ns/*)







