Al-Ustadz H. Ismat Syauqi, M.E.I: Memahami Nilai-Nilai di dalam Pesantren

0
241

Jember- Lembaga pesantren terlihat sangat sederhana. Namun faktanya, dibalik kesederhanaan tersebut terkandung banyak sekali nilai-nilai moral dan spiritual, seperti: keikhlasan, kesabaran, gotong royong, dll.

Di tengah hiruk-piruk modernitas, nilai-nilai moral dan spiritual sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pondok pesantren menjadi tempat yang tepat untuk menjadi oase ketenangan.
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember sebagai lembaga pendidikan tradisional tidak hanya mengajarkan tentang ilmu-ilmu pengetahuan saja, akan tetapi mendidik dan membentuk santri untuk menjadi pemuda yang tangguh serta memberi dampak positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Berikut beberapa nilai-nilai yang melekat di dalam Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember:

1. Akhlakul Karimah

Perilaku terpuji menjadi nilai esensial agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki karakter muslim kuat. Maka dari itu, di pondok pesantren kita dibiasakan untuk terus berperilaku yang baik. Seperti: jujur, ikhlas, sabar, tanggung jawab, dll.

2. Kedisiplinan

Sikap disiplin merupakan faktor utama dalam menciptakan pemuda yang berintegritas tinggi, sehingga pondok pesantren menjadi sarana alternatif dalam pembentukan sikap berdisiplin. Contoh kebiasaan disiplin di dalam pondok adalah: disiplin tepat waktu, disiplin belajar, disiplin olahraga, disiplin makan, dsb.

Baca Juga :  Asal Usul Gelar Haji

3. Keilmuan (tholabul ‘ilmu)

Wawasan pengetahuan adalah alat penunjang untuk mencetak generasi intelektual yang memiliki moral unggul, sehingga pondok pesantren mendidik kita untuk dapat berpikir kritis, meningkatkan kreativitas serta membiasakan untuk memiliki curiosity (rasa ingin tahu) yang tinggi.

4. Kebebasan

Kebebasan disini bukan berarti bebas dalam melakukan segala sesuatu, tetapi bebas disini memiliki makna bebas dalam berpikir, bertindak, serta menentukan tujuan yang didasari oleh syariat islam, batas norma hukum dan rasa tanggung jawab sosial.

5. Persaudaraan

Nilai-nilai ukhuwah islamiyyah di dalam pondok pesantren sudah tampak jelas. Karena disana para santri hanya hidup bersama teman yang sama-sama berjihad di jalan Allah SWT.

Dengan demikian, pemuda yang terlahir dari pondok pesantren akan menjadi penerus bangsa yang intelektual, bermoral tinggi, serta dapat memberi manfaat kepada orang lain di sekitarnya.
Seperti penggalan ayat suci Al-Qur’an yang dituturkan oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok, Al-Ustadz H. Ismat Syauqi, M.E.I di tengah-tengah pidatonya,

(Q.S Al-Isra’: 7) ” إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا”

Baca Juga :  Halal Bihalal Guru Se-Balai, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I: "Perjuangan Pendiri Harus tetap Dilanjutkan"

Ayat tersebut memiliki arti, “Jika kamu berbuat baik, (maka) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan itu) bagi dirimu sendiri”. Pada akhirnya, semoga kita senantiasa dapat menebarkan kebaikan kepada sesama umat manusia. (Al/*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here