Home Terkini 10 Kegiatan Santri di Pesantren yang Membentuk Karakter

10 Kegiatan Santri di Pesantren yang Membentuk Karakter

0
1

Jember- Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam pembentukan karakter santri. Sebagai institusi pendidikan asli Indonesia, pesantren menerapkan pendidikan penuh selama 24 jam, setiap kegiatan- mulai dari bagun tidur sampai tidur lagi- sengaja dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, kesederhanaan, dan yang paling penting adalah kedisiplinan.

Kehidupan di pesantren adalah latihan hidup bermasyarakat. Santri dilatih untuk taat bukan karena takut disanksi, tapi untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya ketertiban.

Salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki misi dalam pembentukan karakter anak adalah Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Di sini, disiplin bukan hanya sekedar aturan yang harus ditaati, melainkan nilai yang harus ditanam dalam kehidupan sehari-hari. Setiap aktivitas sudah diatur dengan jadwal yang jelas dan teratur, mulai dari ibadah, belajar, waktu istirahat, sehingga santri terbiasa menghargai waktu dan melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Berikut adalah 10 contoh kegiatan harian santri di pesantren yang membentuk karakter:

1. Bangun sebelum subuh.
Santri dibiasakan untuk bangun sebelum subuh untuk melaksanakan shalat tahajjud. Di saat orang lain masih terlelap dalam tidur, santri sudah memulai harinya dengan melakukan kegiatan spiritual untuk mengalahkan ego dan rasa malas. Dengan begitu, santri dapat menjalani hari-harinya dengan produktif.

2. Budaya antre.
Di pesantren, semua hal dilakukan bersama-sama. Mulai dari makan sampai mandi, semuanya harus mengantre. Kegiatan ini secara langsung melatih santri untuk sabar dan menghargai hak sesama.

Baca Juga :  Akhir tahun Ajaran, Pondok Berikan Jas Baru Bagi Guru-Guru

3. Shalat berjamaah lima waktu.
Shalat berjamaah di masjid adalah salah satu kegiatan yang ada di pesantren. Kebiasaan ini melatih santri untuk mengatur waktu antara urusan dunia dan akhirat.

4. Disiplin berbahasa.
Di pondok modern, bahasa Arab dan Inggris biasanya menjadi alat komunikasi sehari-hari. Penerapan jadwal pergantian bahasa setiap minggunya melatih santri untuk lancar berbahasa sebagai bekal ketika terjun ke masyarakat.

5. Piket kebersihan.
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Setiap minggunya, akan ada kegiatan piket umum untuk membersihkan seluruh area pondok. Kegiatan ini melatih rasa tanggung jawab untuk merawat dan membersihkan fasilitas bersama.

6. Latihan pidato (Muhadloroh)
Kegiatan muhadloroh adalah salah satu kegiatan mingguan santri yang membutuhkan persiapan matang. Di sini, santri diharuskan untuk menyusun teks pidato, menghafal, dan mengatur waktu tampil. Kegiatan ini dapat membentuk rasa percaya diri untuk tampil di hadapan banyak orang.

7. Waktu belajar yang terstruktur.
Selain kegiatan KBM, santri juga diberi waktu khusus di malam hari setelah shalat isya’ untuk belajar secara mandiri di bawah pengawasan ustadz dan ustadzah. Suasana ini melatih santri bahwa belajar memerlukan waktu yang konsisten.

Baca Juga :  Tahsin Al-Qur'an, Perbaiki Kualitas Bacaan Santri

8. Berpakaian rapi
Di pesantren, santri diajarkan untuk menggunakan pakaian sesuai dengan tempat dan waktu. Contohnya, ketika bersekolah maka santri diharuskan menggunakan seragam dengan atribut seperti dasi dan peci, ketika berolahraga maka menggunakan seragam olahraga dan sepatu, ketika hendak shalat maka santri mengenakan baju kokoh, sarung dan peci. Kedisiplinan berpakaian ini melatih santri untuk selalu tampil rapi dalam situasi apapun.

9. Olahraga.
Setiap minggunya, tepatnya pada Jum’at pagi, seluruh santri akan melakukan olahraga bersama. Seperti lari pagi, senam, dan olahraga lainnya. Kegiatan ini menanamkan pentingnya hidup sehat.

10. Sistem perizinan
Santri tidak bisa keluar masuk pondok seenaknya, perlu ada perizinan tertulis ketika santri hendak keluar dari pondok. Dari sini, santri belajar bahwa kebebasan yang ada tetap memiliki aturan yang berlaku. Selain itu, sistem ini juga mengajarkan untuk taat pada birokrasi yang ada.

Sepuluh kegiatan ini merupakan sebagian kecil dari kehidupan santri yang diterapkan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dalam membentuk karakter santri. Dengan demikian, semua kegiatan ini memiliki satu tujuan, yaitu mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual tapi juga memiliki kedisiplinan tinggi sebagai bekal utama menjalani masa depan. (Ns/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here