Jember- Bulan Sya’ban merupakan bulan yang berada di tengah bulan mulia, yaitu bulan Rajab dan Ramadhan dan termasuk bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Namun, karena terletak di antara Rajab dan Ramadhan, bulan Sya’ban seringkali terlupakan. Padahal, banyak hikmah dan keutamaan bulan Sya’ban yang dapat menginspirasi kita. Tidak hanya dari segi pahala ibadah yang digandakan dan dosa-dosa yang akan diampuni, tapi juga banyak keutamaan lainnya yang membuatnya sangat istimewa. Pada bulan ini juga Rasulullah SAW menganjurkan para umatnya untuk memperbanyak berpuasa sunnah karena amal kebaikan diangkat ke langit, khususnya pada malam pertengahan.
Pada pertengahan bulan Sya’ban terdapat suatu malam yang disebut dengan Nisfu Sya’ban, dimana Allah akan memberi pengampunan kepada hamba-Nya. Maka dari itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada umatnya agar banyak-banyak meminta permohonan ampun kepada Allah SWT. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hambal dan Imam Ibnu Hibban, beliau berkata;
Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad” maka beliau bersabda “Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia nyiakanmu?” Kemudian aku berkata: “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di Malam Nisfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” (HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shahih)
Keutamaan bulan Sya’ban yang selanjutnya adalah pada bulan ini seluruh amal manusia disetorkan kepada Allah. Amal yang dimaksud adalah amalan yang dilakukan manusia selama setahun penuh. Oleh sebab itu, bulan ini dianggap sebagai momen yang tepat bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadah sebanyak-banyaknya sekaligus untuk memperbaiki diri dari segala keburukan pada masa lampau. Maka, pada bulan ini perbanyaklah amal sholih dan berusahalah untuk tidak melakukan suatu keburukan.
Selain bulan Ramadhan, diketahui bahwa Rasulullah SAW paling sering melaksanakan puasa pada bulan Sya’ban. Seperti yang tertuang dalam hadits dari Usamah bin Zaid RA, sebagai berikut:
Rasulullah SAW bersabda: Dari Usamah bin Zaid berkata; Aku bertanya: “Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya), beliau menjawab: “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)
Selain melaksanakan puasa sunnah, bulan Syaban juga dianggap waktu yang tepat bagi kita untuk membayar hutang puasa Ramadhan. Seperti yang telah dilakukan oleh Sayyidah Aisyah RA yang dikutip dari buku Hadits Shahih Bukhari-Muslim oleh Muslim. Aisyah berkata: “Jika aku berhutang puasa Ramadhan, maka tidak dapat mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari pada Kitab ke-30, Kitab Shaum bab ke-40, bab kapan dilaksanakannya qadha shaum Ramadhan)
Diantara berbagai peristiwa penting yang terjadi dalam bulan Sya’ban, salah satunya adalah turunnya ayat perintah oleh Allah SWT untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Seperti yang disebutkan dalam surah Al Ahzab ayat 56 yang artinya,
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Demikianlah berbagai keutamaan bulan Sya’ban. Meskipun bulan ini banyak terlupakan oleh kaum muslim untuk melaksanakan kebaikan. Akan tetapi pahala yang didapat tidak berbeda jauh dengan bulan mulia lainnya. Harapannya, dengan adanya bulan Sya’ban ini kaum muslim lebih memperbanyak amal kebaikan dan menambah keimanan kepada Allah SWT. (Rb/Qr)









