Jember- Yayasan Abdullah Dewi Hasanah, Pondok Tahfidz Qur’an Al-Usymuni Batuan, melakukan kegiatan silaturahmi dan rihlah Tanazuhiyyah pada Selasa, 4 Jumadal Akhirah 1447 H / 25 November 2025 M. Rombongan yang berjumlah 63 peserta, terdiri dari 48 santri, 15 asatidz, serta Kiai, dengan tujuan memperluas jaringan, menambah wawasan, serta menjadikan kegiatan ini sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan program kedepan.
Kegiatan ini sebenarnya telah lama direncanakan, tapi baru dapat terealisasi pada tahun ini dengan Jember sebagai tujuan rihlah. Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dipilih karena merupakan pondok modern alumni Gontor pertama di Jember, berkembang pesat, dan menjadi salah satu pesantren besar di wilayah tersebut. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momen silaturahmi antara Ning Hielma Hasanah dan sahabat lamanya, Ustadzah Queen Rahmah Rizqi Zaidah, yang dulu bersama-sama menempuh pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada jenjang Sarjana Psikologi.
Selesai masa studi tersebut, Ning Hielma melanjutkan pendidikan S2 Profesi Psikolog di Universitas Airlangga Surabaya, sedangkan Ustadzah Queen Rahmah Rizqi Zaidah melanjutkan S2 di University of York. Kebersamaan yang terjalin semenjak kuliah dapat menguatkan makna kunjungan, bukan sekedar rihlah, tapi juga penyambung ukhuwah dua sahabat.
Acara dimulai setelah shalat Dhuhur dan berpusat di Masjid Jami’ Baitul Arqom Jember. Rombongan disambut hangat oleh pimpinan pondok serta para asatidz. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan pondok memberikan penjelasan tentang sistem pendidikan yang diterapkan, termasuk program pengembangan minat dan bakat santri serta sistem cashless di lingkungan pondok.
Sistem ini menjadi salah satu ciri modernisasi pengelolaan pesantren di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, dimana seluruh transaksi kebutuhan dilakukan secara non-tunai. Hal ini memudahkan pengawasan, memperkuat transparansi, dan membantu pembiasaan santri tentang teknologi. Sementara itu, program minat bakat yang dikembangkan bertujuan membentuk santri yang tidak hanya kuat secara keagamaan, tapi juga unggul dalam bakat, kreativitas, dan kemampuan leadership.
Suasana kunjungan berjalan dengan hangat dan penuh keakraban. Para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menyimak pemaparan, serta menyerap pengalaman baru dari lingkungan pesantren modern.
Harapannya, kunjungan ini dapat menjadi wasilah mempererat tali silaturahmi antara kedua pesantren, membuka peluang kerja sama, dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh santri untuk terus berkembang dengan wawasan yang luas dan akhlak yang tinggi. Semoga apa yang dipelajari pada kesempatan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah baik untuk program selanjutnya. (Al/Ns/Qr)







