Jember- Tahukah kalian, amalan apa yang sangat ringan dilakukan namun bisa menghapuskan dosa? Ya benar, membaca istighfar. Terlihat sepele bukan? Tapi siapa sangka, jika amalan tersebut mampu melenyapkan dosa secara perlahan.
Istighfar itu, bagaikan sabun pembersih noda pada pakaian yang kotor, dimana noda itu sebagai dosanya. Bisa dibayangkan, apabila baju kotor tidak pernah dibersihkan, maka nodanya akan semakin tebal dan membandel sehingga sangat sulit untuk dibersihkan. Sebaliknya, apabila baju tersebut dicuci secara rutin, maka, noda yang tadinya membandel akan dapat menjadi bersih. Begitulah kiranya istighfar bekerja membersihkan dosa-dosa kita.
Dalam Bahasa Arab, istighfar berasal dari kata الغفر yang artinya “menutupi”. Menurut KBBI, istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang diperbuat. Alangkah baiknya, setelah memohon ampunan kita tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama.
Di samping itu, dalam kitab Tanbihul Ghaafiliin yang dijelaskan oleh El-Basyier dalam bukunya yang berjudul “Mukjizat 7 Sunnah Nabi yang Super Dahsyat” dijelaskan bahwa istighfar mempunyai beberapa keutamaan dan faedah, seperti dicintai oleh Allah SWT, terhindar dari azab, selamat dari siksa api neraka, mendapat ketenangan batin, diperlancar rezekinya, dibukakan pintu surga, dan lain sebagainya.
Jarang kita sadari, ternyata selain أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيم, istighfar memiliki beberapa bentuk lain yang bervariasi, mulai dari kalimat pendek hingga panjang. Berikut macam-macam bacaannya:
1. Istighfar Panjang
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
“Aku memohon ampun kepada Allah, yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus segala urusan, dan aku bertaubat kepadanya”
2. Sayyidul Istighfar (Rajanya istighfar)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَاإِلٰـهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
“Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau”.
3. Doa istighfar Nabi Adam AS
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi”.
Di antara bacaan-bacaan istighfar, Sayyidul istighfar (Rajanya istighfar) menduduki tempat paling utama dibandingkan lainnya, karena isi yang terkandung nyaris sempurna, meliputi pengakuan dosa, permohon ampunan, kesyukuran akan nikmat-Nya, serta kepasrahan diri.
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember senantiasa membiasakan santrinya untuk beristighfar setiap hari, dengan melantunkan sayyidul istighfar yang termasuk dalam dzikir pagi dan petang serta istighfar panjang dan doa Nabi Adam AS yang dibaca setelah sholat berjama’ah. Dengan begitu, kesadaran santri dapat tumbuh untuk terus memohon ampunan kepada Allah SWT atas kekhilafan yang telah dilakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang menjadikan istighfar sebagai pegangan hidup, sehingga kita senantiasa memperoleh kemudahan dalam setiap perkara dan rezeki yang berlimpah dari arah yang tak terkira. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi: “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”
Referensi:
El-Basyier, Zainul Arifin. 2013. Mukjizat 7 Sunnah Nabi yang Super Dahsyat, p. 1-2. Yogyakarta: Pustaka Almazaya.









