Jember– Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember pada kunjungan istimewa ulama besar asal Suriah, Syekh Umar Muhammad Rajab Dieb, tadi malam (24/2/25). Di hadapan ratusan santri dan seluruh civitas akademika, beliau menyampaikan pesan mendalam yang menggetarkan hati tentang esensi mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW melalui kedekatan dengan Al-Qur’an.
Perlu diketahui bersama bahwa beliau ada ulama besar karismatik Suriah yang dikenal sebagai ahli hadits dan tokoh sufi. Beliau juga menjabat sebagai penasihat di Robithoh Ulama Syam, sebuah organisasi ulama yang mencakup wilayah Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon.
Dalam tausiyahnya, Syekh Umar menekankan bahwa bukti cinta sejati seorang muslim kepada Rasulullah SAW adalah dengan senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an. Namun, beliau memberikan catatan penting bahwa interaksi tersebut tidak boleh berhenti pada lisan saja.
“Membaca Al-Qur’an tidak boleh sekadar asal membaca. Kita harus mampu memahami dan meresapi setiap isinya agar cahaya wahyu tersebut benar-benar meresap ke dalam jiwa,” tutur beliau dengan penuh penekanan.
Salah satu poin paling menggugah adalah saat Syekh Umar mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan hubungan pribadi mereka dengan kitab suci. Beliau melontarkan pertanyaan retoris, “Sudahkah kita merasa dekat dengan kalam Allah? Sudahkah kita menyerapi dan meresapi setiap kalimat-kalimatnya? Bahkan ketika kita beribadah shalat? Ataukah kita hanya sekedar membaca biasa saja?”
Beliau menegaskan bahwa keberuntungan dan nasib baik seseorang di dunia maupun di akhirat sangat bergantung pada sejauh mana ia memuliakan Al-Qur’an.
“Jika ingin nasibmu baik, mendekatlah kepada Allah. Demi Allah, jangan pernah tinggalkan Al-Qur’an!” tegas Syekh Umar. Beliau berpesan agar Al-Qur’an tidak hanya menjadi pajangan, melainkan menjadi penghias hari-hari dan penyejuk hati setiap mukmin.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember untuk terus meningkatkan kualitas tadarus dan tadabbur mereka. Kehadiran Syekh Umar Dieb bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan suntikan ruhani agar keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menjadi generasi yang Hamalatul Qur’an (penjaga Al-Qur’an) yang sesungguhnya. (Qr)









