Jember- Budaya merupakan warisan berharga yang mana menjadi identitas dan jati diri dari suatu bangsa. Salah satu cara Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember untuk melestarikan budaya adalah melalui porseni, yaitu perlombaan dalam bidang olahraga dan seni yang diikuti oleh santri.
Dalam islam, melestarikan budaya yang tidak berlawanan dengan islam adalah hal yang diperbolehkan. Allah SWT. Berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا
Artinya:
“Wahai manusia! Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…. “ (Al-Hujurat: 13)
Ayat ini menjelaskan bahwa keberagaman merupakan bagian dari budaya dan itu adalah rahmat dari Allah yang harus dijaga dan dihargai.
Salah satu lomba yang diadakan dalam PORSENI adalah lomba tari. Melalui lomba ini, santri tidak hanya mengetahui seni gerak, tapi juga belajar tanggung jawab, nilai kebersamaan, dan kerja keras. Sebagaimana pendidikan pesantren yang menegaskan akan pentingnya adab dan cinta akan lingkungan sekitar.
Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat pendidikan yang menanamkan nilai-nilai agama dan moral kehidupan. Tapi, pesantren juga memiliki peran dalam membangun rasa cinta akan budaya bangsa. Lomba tari yang diadakan dapat menjadi penghubung antara tradisi lokal dan nilai-nilai keislaman. Selama dalam batas kesopanan dan syariat, seni tari bisa dijadikan sebagai sarana dakwah kultural.
Selain itu, lomba tari ini mengajarkan santri untuk menghargai dan mencintai budaya serta perbedaan yang ada. Mereka akan tahu bahwa Indonesia khususnya disetiap daerah memiliki ciri khas yang unik, sehingga menumbuhkan sikap toleransi akan tanah air. Hal ini sangat penting bagi santri agar tidak hanya paham akan ilmu agama saja melainkan mempunyai pandangan kebangsaan yang luas.
Dengan demikian, diadakannya PORSENI ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana pendidikan. Di lingkungan pesantren, lomba yang diadakan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, sekaligus menjaga kelestarian yang diwariskan oleh leluhur. Semoga, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dapat terus menjadi perintis untuk melahirkan generasi yang tidak hanya luas ilmu dan berakhlak karimah, tapi juga mencintai budaya tanah air. (Ns/Qr)









