Home Terkini Pantang Menyerah! : Perlombaan Menciptakan Persatuan

Pantang Menyerah! : Perlombaan Menciptakan Persatuan

0
284

Jember- Dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh masyarakat turut memperingati momen ini dengan penuh antusias. Salah satu kegiatan yang sudah menjadi tradisi tiap tahunnya adalah perlombaan Agustus yang mana digelar pada tiap-tiap daerah, mulai dari RT, RW, sekolah, bahkan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember ikut menyelenggarakan perlombaan tersebut.

Peringatan hari kemerdekaan bukan sekedar acara seremonial, tetapi menjadi sarana meningkatkan kualitas kerjasama, serta menanamkan jiwa-jiwa nasionalisme. Melalui perlombaan, maka seluruh manusia akan belajar untuk menghargai hasil kerja dirinya sendiri maupun orang lain, berusaha semaksimal mungkin, serta menjunjung rasa kesatuan.

Di sisi lain, adapun lomba-lomba yang sering kita temui, yaitu:
1. Estafet- melatih kecekatan dan memperkuat kerjasama antar tim.
2. Hias kamar/rayon- mengasah kreativitas dan imajinasi.
3. Paduan suara- meningkatkan kekompakan dan membentuk rasa percaya diri.
4. LKBB- meningkatkan kedisiplinan, melatih konsentrasi, serta menanamkan rasa cinta tanah air.
5. Makan krupuk- menciptakan suasana yang gembira dipenuhi oleh tawa dan menjadi sarana hiburan.
6. Tarik tambang- menumbuhkan semangat gotong royong serta melatih ketangkasan.
Dan masih banyak lagi lomba-lomba menarik lainnya yang mana tujuan utamanya yaitu menanamkan jiwa-jiwa sportivitas. Oleh sebab itu, di dalam perlombaan kita dilarang keras untuk curang. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Muthaffifin ayat 1-3:

Baca Juga :  Kunjungan Silaturahmi KH. M Nasir Zein dan KH. Dzulkifli Muhadli

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ (١) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَ (٢) وَاِذَا كَالُوْهُمْ اَوْ وَّزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَ (٣)

Artinya:“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”
Ayat di atas menjelaskan bahwa kita dilarang untuk curang, bersifat egois serta tidak adil dalam sebuah pertandingan. Misal: tidak mentaati peraturan, memanipulasi skor, menipu dan lain sebagainya.

Tak lepas dari itu, perlombaan ini juga memiliki beragam, makna diantaranya adalah:
1. Simbol kegembiraan masyarakat Indonesia dalam memeriahkan hari kemerdekaan.
2. Mencerminkan nilai persatuan dan kesatuan, semangat gotong royong, serta jiwa sportivitas.
3. Menanamkan rasa cinta tanah air dan pantang menyerah.

Perlombaan Agustus bukan hanya sebagai hiburan tetapi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan. Dengan melestarikan tradisi ini, maka diharapkan para pemuda-pemudi dapat merefleksikan kembali makna dari kemerdekaan serta tetap menjaga rasa nasionalisme dan patriotisme di kehidupan sehari-harinya. (Al/Qr)

Baca Juga :  Ujian Al-Qur'an: Menjaga Tradisi dan Semangat Kemandirian
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here