Staf Ahli Menteri Pendidikan Dr. Mariman Darto, S.E, M.Si: “Pesantren Istiqomah Mempertahankan Aktivitas 7 Kebiasaan Anak Hebat untuk Indonesia Maju”

0
235

Jember- Sore ini (3 November 2025), suasana Masjid jami’ Baitul Arqom Jember terasa begitu khidmat. Hujan yang turun membasahi lingkungan pesantren menghadirkan kesejukan ditengah keramaian. Meski langit mendung, semangat para santri dan keluarga besar lembaga tidak surut sedikit pun.

Setelah shalat Ashar dilaksanakan, seluruh santri, guru, dan pimpinan lembaga telah memadati masjid terbesar di kompleks pesantren, dalam rangka menyambut kedatangan Staf Ahli Menteri Pendidikan bidang manajemen talenta- Bapak Dr. Mariman Darto, S.E., M.S.I., yang membawa pesan penting dari Menteri Pendidikan Prof. Dr. Abdul Mu’ti.

“Pak Menteri menitipkan salam takzim untuk seluruh keluarga Baitul Arqom Jember,” ujar staf ahli menteri dalam sambutannya. “Beliau sangat mengapresiasi peran pesantren dalam membangun generasi berakhlak dan berdaya saing.”

Dalam amanatnya, Dr. Mariman Darto, S.E., M.S.I., menekankan bahwa pembentukkan karakter harus dimulai sejak dini, bukan hanya di sekolah maupun perguruan tinggi. Menurutnya, kebiasaan yang baik akan membentuk kepribadian yang kuat, dan dari kepribadian itulah lahir peradaban yang bermartabat.

Baca Juga :  KH. Izzat Fahd M.Pd.I: "Kembangkanlah Kualitas Literasimu!"

“Karakter tidak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan sehari-hari yang disiplin, sederhana, dan bernilai ibadah. Dan itu semua telah lama menjadi ciri khas pendidikan pesantren,” tutur beliau.

Ia menyebut bahwa sistem kehidupan di pesantren adalah contoh ideal bagi dunia pendidikan nasional. Dalam kesehariannya, para santri telah menerapkan 7 kebiasaan utama yang membentuk pribadi unggul, di antaranya:
1. Bangun pagi
2. Beribadah
3. Olahraga
4. Makan sehat dan bergizi
5. Gemar belajar
6. Bermasyarakat dan berinteraksi dengan baik
7. Tidur lebih awal.
Kebiasaan-kebiasaan ini disebut sebagai “kebiasaan konduktif yang keren”, karena bukan hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab dan kesadaran spiritual yang tinggi. “Inilah nilai yang harus dijaga dan ditularkan oleh pesantren kepada dunia luar,” ujarnya tegas.

Acara sore itu, ditutup dengan doa bersama yang di pimpin oleh bapak wakil pengasih pondok, Al-Ustadz H. Ismat Syauqi, M.E.I.. Hujan yang mengguyur pesantren justru menambah kesejukan suasana. Para santri tampak antisias dan bangga karena pesan dari Kementrian Pendidikan tersebut mengukuhkan bahwa pesantren adalah pusat pembentukaan karakter bangsa- tempat dimana ilmu, adab, dan akhlak tumbuh seiring waktu. (Ns/Qr )

Baca Juga :  Semangat Menghidupkan Kesucian Ramadhan : Saatnya Berbagi Dengan Sesama
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here