Jember- Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan penguatan wawasan keagamaan, terutama bagi para santri, baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu cara yang efektif untuk melatih santri dalam berdakwah adalah melalui kultum (kuliah tujuh menit). Aktivitas ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi santri untuk menyampaikan pesan keagamaan saja, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mengasah keterampilan berbicara di depan umum, meningkatkan jiwa kepemimpinan, dan membangun rasa percaya diri.
Apa sih Kultum itu dan seberapa penting bagi santri dan santriwati? Kultum adalah kegiatan dakwah singkat yang disampaikan dalam waktu terbatas, biasanya sekitar tujuh menit. Dalam pesantren, kultum dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang bermanfaat, meskipun durasinya singkat, kultum memiliki dampak yang cukup besar, terutama bagi santri-santriwati yang menjadi pengisinya. Kegiatan ini mengajarkan para santri-santriwati untuk menyampaikan materi dengan cara yang lugas dan efektif, serta mengasah kemampuan komunikasi mereka.
Bagi santri dan santriwati, kultum bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang, tetapi hal itu merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berdakwah dan berbagi ilmu agama dengan sesama santri. Setiap kali mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan kultum, mereka akan semakin terbiasa mengelola ketegangan dan mengontrol cara berbicara mereka. Keterampilan ini tidak hanya berguna dalam kegiatan dakwah saja, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan, seperti presentasi akademis, diskusi, atau bahkan dalam pergaulan sosial.
Kultum juga bisa menjadi suatu bentuk apresiasi atas pengetahuan yang dimiliki oleh santri-santriwati. Dengan menyampaikan materi dakwah di depan teman-temannya, para santri tersebut belajar untuk percaya diri dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka sendiri. Kepercayaan diri yang terbangun melalui pengalaman berdakwah akan memberi dampak positif terhadap perkembangan pribadi mereka, baik di dalam pesantren maupun dalam kehidupan di luar pesantren.
Berdakwah melalui kultum tidak hanya tentang menyampaikan materi agama, tetapi juga tentang memimpin para audiens agar bisa masuk kedalam materi yang disampaikan. Dalam menyampaikan kultum, santri-santriwati harus mampu menarik perhatian audiens, mengorganisir ide dengan baik, dan mengarahkan audiens untuk berpikir lebih dalam tentang nilai-nilai agama. Hal ini secara tidak langsung melatih mereka untuk menjadi pemimpin yang bijak dan efektif, di mana santri-santriwati dapat menginspirasi dan memotivasi orang lain melalui kata-kata yang disampaikan. Kemampuan ini akan sangat berguna di masa depan kelak, baik dalam konteks keluarga, masyarakat, atau bahkan dalam dunia profesional.
Salah satu manfaat terbesar melatih santri–santriwati berdakwah melalui kultum adalah memperdalam pemahaman santri-santriwati tentang ajaran agama Islam. Dalam proses menyiapkan dan menyampaikan kultum, santri-santriwati diharuskan untuk menggali materi agama secara lebih mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Proses ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya saja, tetapi juga membantu santri-santriwati untuk lebih memahami esensi ajaran agama dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan.
Di pondok pesantren Baitul Arqom Jember juga mengenalkan kepada santri-santriwatinya tentang pendakwahan melalui kultum tersebut. Pada bulan ramadhan santri-santriwati diharuskan untuk tetap tinggal di pesantren kurang lebih 2 pekan atau 15 ramadhan. Selama 2 pekan tersebut santri-santriwati tetap aktif dalam kegiatan, salah satunya adalah kultum. Kultum ini biasanya ditugaskan kepada santri-santriwati kelas 6 dan beberapa dari kelas 5. Sedangkan kelas 1 sampai kelas 5 juga memiliki tugas untuk mencatat dan merangkum poin-poin penting materi yang disampaikan.
Kultum bisa menjadi sarana yang efektif untuk mempersiapkan santri-santriwati agar menjadi bukti nyata dalam perubahan yang bijaksana dan mampu memimpin di masa depan. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, santri-santriwati dapat tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri, lebih terampil dalam berdakwah, dan lebih siap untuk berperan aktif dalam masyarakat. Kultum bukan hanya sekadar kegiatan dakwah singkat, tetapi juga latihan berharga yang membentuk softskills untuk masa depan para santri.(R²M).









