Jember- Apakah kalian tahu? Bahwasanya globalisasi masa kini mampu mendatangkan peluang tetapi juga membawa tantangan, sehingga dapat menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Oleh sebab itu, persiapan yang matang sangat diperlukan untuk bisa mengatasi segala rintangan.
Globalisasi merupakan proses peningkatan jaringan internasional yang disebabkan oleh kemajuan teknologi, dampaknya pertukaran barang, jasa, berita, gagasan dan budaya semakin cepat. Namun di sisi lain, globalisasi dapat menimbulkan dampak negatif, seperti:
1.Hilangnya budaya lokal.
Masuknya budaya asing yang menyebabkan budaya lokal semakin luntur.
2.Munculnya pengaruh buruk.
Adanya pola hidup yang konsumtif, bersifat personal, dan kebebasan bergaul.
3.Ekonomi yang terancam.
Hartawan semakin jaya sedangkan orang miskin seperti dianggap tidak ada.
Selanjutnya, dampak globalisasi menurut perspektif islam dilihat dari dua sisi- positif dan negatif. Namun keduanya bergantung pada bagaimana umat manusia dalam menyikapinya.
A. Dampak positif
1. Penyebarluasan ajaran-ajaran islam
Adanya teknologi informasi, internet, media sosial, dll. dapat mempermudah penyebaran agama Islam secara mendunia.
2. Memperkuat tali silaturahmi
Dengan tersedianya teknologi transportasi dan komunikasi maka seluruh umat muslim di berbagai negara dapat berinteraksi dengan mudah.
3. Jangkauan ilmu pengetahuan lebih efisien
Hanya dengan mengakses kajian, penelitian, literasi keislaman para umat manusia dapat dengan mudah memperdalam ilmu pengetahuan islam.
B. Dampak negatif
1. Materialisme dan konsumerisme
Sejatinya, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk hidup sederhana. Namun, globalisasi menimbulkan pola hidup yang berlebih-lebihan.
2. Evolusi budaya dan gaya hidup
Masuknya budaya kebarat-baratan yang tidak sesuai syari’at dapat berpengaruh buruk pada kebiasaan lokal dari cara berpikir, berpakaian hingga pergaulan.
3. Degradasi nilai dan moral
lunturnya etika dan moral yang disebabkan oleh konten negatif dari luar, akibatnya akhlakul karimah mulai terkikis.
Oleh karena itu, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember hadir sebagai tonggak utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin hebat dengan berpegang teguh pada prinsip Al-Qur’an dan hadist serta memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan cermat dan senantiasa menjaga nama baik umat muslim. Pada akhirnya, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember diharapkan dapat membina generasi penerus bangsa, sehingga mampu mencetak pemuda berakhlak mulia yang mampu menghadapi tantangan dunia. (Al/Qr)









