Jember- Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw, didalamnya berisikan ayat-ayat yang menerangkan akan kebesaran Allah SWT. Ada salah satu ayat yang berbunyi:
إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Artinya:
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ maka jadilah ia.” (QS. Yasin: 82)
Ayat ini merupakan jawaban atas keraguan orang-orang kafir Quraisy’ akan hari kebangkitan. Mereka datang kehadapan Rasulullah dengan membawa tulang belulang rapuh dan mematahkannya kemudian bertanya: “Siapa yang bisa menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur ini?” Pertanyaan yang diajukan ini bukanlah untuk mencari kebenaran, melainkan untuk menghina dan meremehkan agama Islam. Kemudian, Allah menurunkan ayat ini sebagai sanggahan yang tegas. Layaknya Allah menciptakan manusia pertama kali dari ketidakadaan, sudah pasti Allah dapat menghidupkan lagi tulang belulang yang telah hancur. Tidak ada perbedaan bagi Allah dalam penciptaan pertama kali maupun penciptaan selanjutnya.
Menurut tafsiran Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Imam Ismail Ibn Katsir, ayat ini menerangkan bahwasanya kehendak Allah tidak membutuhkan bahan, proses, maupun waktu. Jika Allah berkehendak, cukup Dia katakan “kun”, maka yang dikehendaki-Nya langsung terjadi. Dengan begitu, tidak ada kemustahilan bagi-Nya untuk menciptakan maupun membangkitkan kembali.
Sementara itu, menurut Tafsir Jalalain dijelaskan secara ringkas bahwa apabila Allah menghendaki sesuatu, maka cukuplah bagi-Nya mengatakan “Kun”, maka akan terjadi. Hal ini menunjukan betapa mudahnya segala urusan bagi Allah, tanpa ada kesulitan dan batasan apapun.
Ayat ini mengandung makna yang sangat mendalam bagi kehidupan. Yang mana ia mengajarkan bahwa semua urusan ada di genggaman Allah. Kita hanya bisa berencana dan berusaha, untuk hasil akhir Allah yang menentukan. Dengan memahami ayat ini, kita tidak akan mengenal kata putus asa dalam menghadapi ujian hidup.
Ayat ini sangat relevan dengan dunia pendidikan pesantren, khususnya Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk berputus asa. Apabila Allah telah berkehendak, sesulit apapun keadaan akan berubah menjadi mudah, rasa sedih dapat diganti dengan kebahagiaan, dan kegagalan bisa berubah menjadi keberhasilan.
Sebagai penutup, ayat ini mengajarkan untuk selalu optimis, selalu yakin, dan bertawakkal kepada Allah. Segala masalah, baik kecil maupun besar, semua ada dalam genggaman-Nya. Jangan berhenti berdoa dan berusaha, karena ketika Allah mengatakan “Kun fayakun”, tidak ada satupun yang dapat menghalangi kehendak-Nya. (Ns/Qr)









