Jember- Tepat pada tanggal 14 Agustus 1961 gerakan pramuka diumumkan secara resmi oleh Bapak Presiden pertama, Ir. Soekarno ketika upacara di Lapangan Istana Negara, sehingga sejak saat itu, setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari pramuka. Pramuka atau Praja Muda Karana memiliki arti pemuda yang suka berkarya. Yang mana menjadi sarana untuk membina generasi muda mulai dari anak-anak hingga remaja melalui kegiatan yang mendidik, menyenangkan, menantang, dan berpetualang.
Pada awal abad ke-20 Lord Baden-Powell (Bapak Pramuka) mengenalkan organisasi kepanduan dunia atau scouting di negara Inggris. Organisasi ini mulai berkembang di berbagai daerah hingga akhirnya pada tahun 1961 pemerintah Indonesia menggabungkannya dalam satu wadah resmi yang bernama gerakan pramuka.
Pramuka merupakan pendidikan nonformal yang kini berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan kekompakan di kalangan pemuda zaman sekarang. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dengan berpedoman kepada Tri satya dan Dasa dharma dalam berbicara, berpikir maupun bersikap.
Di sisi lain, pramuka memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1. Mencetak pemuda yang beriman, bertanggungjawab serta berakhlak mulia.
2. Membentuk karakter berdisiplin, berani, dan trampil.
3. Menanamkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, patriotisme serta peduli sesama hidup.
4. Melahirkan generasi yang kreatif dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan.
5. Melatih kekompakan, semangat gotong royong serta mempererat solidaritas.
Rupanya, tujuan di atas hampir sama dengan visi misi yang ada di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Oleh sebab itu, kegiatan kepramukaan sudah menjadi ekstrakurikuler wajib pada tiap hari kamisnya dengan mempelajari berbagai macam kegiatan.
Kegiatan kepramukaan sangat beraneka ragam, yang mana dilakukan dengan menggunakan sistem learning by doing. Artinya, setiap anggota pramuka belajar dengan mempraktikkan, sehingga mereka akan langsung memperoleh pengalaman. Materi kepramukaan di bagi menjadi 5, yaitu:
1. Materi umum: sejarah pramuka, tujuan dan fungsi pramuka, prinsip dasar pramuka, metode pramuka, kode kehormatan.
2. Materi ketrampilan dasar: tali temali, PBB, kompas dan navigasi, P3K, pionering.
3. Materi alam terbuka: perkemahan, penjelajahan, tracking (pengenalan tanda jejak), api unggun.
4. Materi kepemimpinan: bakti sosial, mengatur regu/kelompok, latihan kepemimpinan dasar.
5. Materi tiap tingkatan:
– Siaga- disiplin awal, bermain sambil belajar, dan orientasi alam.
– Penggalang- PBB dasar, Tali temali, perkemahan.
– Penegak- kepemimpinan, aksi sosial, petualangan.
– Pandega- mengatur kegiatan, membina adik-adik di bawah tingkatan.
Harapannya melalui gerakan pramuka, generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat, bertanggung jawab, berintegritas tinggi, berdisiplin, dan tetap beriman kepada Allah SWT. Kemudian yang terakhir, semoga gerakan pramuka dapat terus berkembang tanpa menghilangkan prinsip moral. (Al/Qr)








