Home Catatan Inilah Rahasia Sepertiga Malam, Kenapa Begitu Istimewa?

Inilah Rahasia Sepertiga Malam, Kenapa Begitu Istimewa?

0
164

Jember- Pernah ngga, sudah sering doa tapi ngerasa hambar? Mulut melantunkan doa tapi pikiran keliling ke mana-mana. Setelah itu ngerasa, “Kok do’anya gini-gini aja, ya?” Kalau boleh jujur, yang salah bukan di doanya, tapi karena kita belum memberi ruang seutuhnya untuk hadir.

Sekarang, kita hidup di kondisi yang hampir tidak pernah sepi. Siang sibuk dengan urusan dunia, sedangkan malam sudah lelah. Kadang kepala terasa penuh, hati capek. Dengan kondisi seperti ini, doa sering kali hanya menjadi bacaan rutinitas, tanpa ada penghayatan. Padahal, doa itu butuh ruang dan momen yang tenang agar hati bisa ikut bicara.

Dalam sehari ini, ada satu waktu yang mana tidak ada kesibukan dan kondisi menjadi tentram. Waktu ini ada di sepertiga malam terakhir. Bukan karena waktunya yang sakti, tapi karena di jam tersebut dunia sedang benar-benar slow. Ngga ada kesibukan dunia yang ada. Maka di momen tersebut, doa bisa keluar ada apanya.

Tapi perlu diluruskan sejak awal: sepertiga malam bukanlah jam sakti. Ini bukan trik ataupun sihir agar doa bisa langsung tembus dan hidup auto beres. Kalo ibadah cuma nyari hasilnya aja, yang ada malah capek sendiri. Yang dilihat dari sepertiga malam itu kualitas, bukan soal kuantitas ataupun kecepatan.

Baca Juga :  Budaya Ghasab yang Tidak Kita Sadari dan Sisi Negatifnya

Keistimewaannya ini bukan sekedar cerita nenek moyang, tapi Nabi sendiri yang menjelaskannya. Beliau bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟

Artinya:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia Berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan kabulkan? Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan beri? Siapa yang minta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni?” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits ini bukan berarti menjelaskan kalau Allah itu baru turun ataupun baru dekat. Allah selalu dekat, dimanapun dan kapan pun. Tapi di sepertiga malam, rahmat-Nya mendekat, ampunan-Nya meluas, dan pintu doa pada waktu itu terbuka.

Lalu muncul lah pertanyaan: Kenapa harus malam? Bahkan di bagian akhir malam?

Karena diwaktu itu kita nggak sibuk apa-apa, nggak ada tuntutan, pencitraan, ataupun distraksi. Ego menurun, rasa “aku bisa sendiri” mulai runtuh, hati lebih lembut, dan akhirnya doa menjadi jujur, bukan sedekar formalitas tapi pengakuan bahwa kita benar-benar perlu pertolongan Allah.

Baca Juga :  Rihlah Guru Pengabdian: Memupuk Kesyukuran dan Ukhuwah Islamiyyah

Meski begitu, perlu diingat bahwa Allah tidak hanya mendengar doa di sepertiga malam. Allah Maha Mendengar, kapan pun dan di mana pun. Keutamaan waktu ini bukan untuk membatasi rahmat serta ampunan-Nya, tapi mendidik manusia tentang kesiapan hati untuk bersandar dengan sungguh-sungguh.

Intinya, rahasia dibalik sepertiga malam bukan soal bangun jam berapa, tapi tentang berani berhenti sejenak dari kesibukan dunia, lalu datang ke Allah tanpa topeng. Di momen ini, manusia menemukan jati dirinya sendiri sebagai manusia yang lemah. Dan dari situ lahirlah doa dengan cara yang paling jujur. (Ns/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here