IKHLAS: Mudah Dikatakan, namun Sulit Dijalankan

0
587

Balung – “Jiwa Keikhlasan” yang merupakan salah satu panca jiwa pondok selalu menjadi pesan utama oleh KH. Masjkur Abdul Mu’id, LML kepada seluruh elemen pondok. Tentu, nilai ini sangat penting diterapkan untuk kehidupan bermasyarakat dengan baik. Banyak dari kalangan santri merasa kesulitan menerapkan nilai ini. Faktanya, ikhlas dalam arti menerima segala macam situasi dan kondisi dengan lapang dada merupakan hal yang memang sulit dilaksanakan. Ikhlas memang mudah diucapkan lisan namun biasanya masih sulit diterima di dalam hati. Bagaimana tidak? Setiap manusia pasti membutuhkan ekstra tenaga untuk melakukannya, untuk membuat hatinya ikhlas.

Setiap orang pasti memiliki persepsi baik dan buruk terhadap keikhlasan orang lain. Ada yang ikhlas hanya karena ingin dilihat baik oleh orang lain, ada pula yang murni karena Allah ta’ala. Sejatinya, hanya Allah yang tahu apa yang ada dalam hati kita. Namun sebaiknya jika kita ingin hati kita lebih lapang dan ikhlas, hendaknya karena Allah saja. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an, ”Sesungguhnya sholatku, ibadahku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam” (Al-An’am:162). Artinya, Allah sudah menghimbau bahwa apapun yang kita lakukan hendaknya harus karena Allah saja, bukan karena mahluk yang lain.

Ikhlas memang sulit dijalankan, oleh karena itu, di dalam pondok, santri dididik memiliki pengalaman untuk hidup dan tinggal bersama. Santri dididik untuk menghadapi situasi yang ada dengan kreatif, juga untuk senantiasa berlapang dada atas segala sesuatu yang terjadi atau yang sedang dihadapi. Ikhlas dengan teman-temannya, ikhlas dengan nilai yang diraihnya, ikhlas dengan perintah para ustad, dan ikhlas dengan kehidupannya sendiri. Sehingga diharapkan, pendidikan keikhlasan selama di dalam pondok akan terus diamalkan hingga ajal menjemput. KH Masjkur Abdul Mu’id, LML berpesan, “Sejatinya sebuah keikhlasan itu akan timbul karena keistiqomahannya, dan istiqomah akan tetap terjaga apabila kesabaran selalu senantiasa bersamanya”. hlm

Comments