Jember- Pagi itu Ahad, 17 Agustus 2025, lapangan hijau Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember sudah dipenuhi oleh peserta untuk melaksanakan upacara HUT RI yang ke-80, yang mana dihadiri oleh seluruh santri, murid, dan guru se-balai. Angin pagi yang sejuk menambah suasana khidmat kala itu. Semua mata tertuju pada pasukan pengibar bendera yang melangkah dengan tegap menuju tiang bendera, lagu “Indonesia Raya” berkumandang mengiringi kibaran sang saka merah putih.
Dalam pidatonya, Bapak Pimpinan Pondok, Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I., selaku inspektur upacara menegaskan bahwa salah satu kunci kesuksekan adalah disiplin.
Banyak orang yang bermimpi untuk berhasil, tapi hanya sedikit yang mampu menjaga keistiqomahan dalam meraih mimpinya. Disiplin menjadi peran yang sangat penting, karena menjadi pembeda antara orang yang berangan-angan saja dan orang yang benar-benar berhasil meraih tujuan.
Allah sangat menjunjung tinggi sikap disiplin sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Ankabut ayat 69, yang berbunyi:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَࣖ
Artinya:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sungguh, Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.”
Ayat ini menjelaskan bahwa kesungguhan dan kedisiplinan akan menghasilkan keberhasilan, di dunia maupun di akhirat. Artinya, disiplin tidak hanya membawa kita pada kesuksesan duniawi tapi juga kesuksesan akhirat.
Jika dilihat dari sejarah Indonesia, pahlawan kemerdekaan kita adalah bukti nyata dari keteladanan disiplin dan kesungguhan. Mereka siap berjuang siap dan malam, menyiapkan strategi, serta tidak mudah menyerah menghadapi penjajahan. Disiplin mereka dalam semangat perjuangan membuktikan bahwa kemerdekaan tidak datang dengan gamblang, tapi lahir dari kerja keras, kebersamaan, serta kegigihan mereka.
Setiap kita memperingati hari kemerdekaan Indonesia, berarti kita diajak untuk meneladani kedisiplinan para pejuang. Semua agenda yang ada, seperti upacara, pengibaran bendera, sampai berbagai lomba sebagai peringatan kemerdekaan bukanlah seremonial belaka, melainkan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan ini harus dijaga dengan sikap disiplin, tanggung jawab dan semangat kerja.
Tanpa adanya sikap disiplin para pahlawan, dapat dipastikan bahwa bangsa kita tidak merdeka. Kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan dengan darah dan segenap jiwa akan terbuang sia-sia apabila para penerus bangsa lalai dan hidup tanpa keteraturan. Karena itu, disiplin harus dijadikan sebuah pegangan agar Indonesia dapat terus maju dan bersaing dengan dunia global.
Dengan demikian, disiplin merupakan suatu pondasi utama kesuksesan, bagi diri sendiri maupun bagi bangsa. Dengan berdisiplin, seseorang akan mudah meraih cita-citanya. Semoga, kita dapat meneladani para pahlawan, menanamkan kedisiplinan pada diri kita, dan menjadikannya sarana menuju kejayaan bangsa. (Ns/Qr)









