Jember- Malam itu, bertepatan pada hari sabtu (30/8/25) Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember kembali mengadakan agenda tahunan yaitu Arena Gembira. Kegiatan ini beranggotakan santri kelas 5 dan 6 Madrasatul Mu’allimin Al-Islamiyah. Suasana malam itu disertai tepuk tangan penonton yang tak henti-henti disetiap pergantian penampilan menjadi saksi meriahnya acara yang berlangsung digedung auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L.
Acara ini dihadiri oleh keluarga besar Pondok, seluruh guru, seluruh santri, dan segenap walisantri dari kelas 5 dan 6. Kurang lebih selama 2 bulan mereka mempersiapkan segalanya, mulai dari perencanaan, dekorasi, penampilan dan lain-lain. Seluruh persiapan ini dilakukan dengan sangat matang hingga hadirlah sebuah pagelaran yang sangat spektakuler dimana bukan hanya sebuah penampilan biasa tapi juga berisikan pendidikan disetiap sisinya.
Dalam perjalanannya, banyak lika-liku yang dihadapi mereka. Mulai dari dana yang tidak sedikit, perbedaan pendapat, hingga terbatasnya waktu yang digunakan untuk membagi antara kegiatan pondok dengan persiapan acara. Semua ini mereka hadapi dengan niat dan tekad kuat, rasa sabar dan ketabahan yang mereka jaga, hingga mereka bisa menyalurkan semua ide dan kreatifitasnya pada penampilan yang menakjubkan ini.
Dalam sambutannya, Bapak Pimpinan Pondok Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menyampaikan pesan tentang kurikulum. “Kurikulum yang ada di pesantren ini bukan hanya yang terjadi di dalam kelas dari pagi hingga siang. Seluruh aktivitas yang terjadi selama 24 jam dari yang didengar, dirasakan, dilakukan dan dialami oleh santri merupakan bagian dari kurikulum yang ada di pondok pesantren. Karenanya, penampilan pada pagelaran malam itu adalah bukti berjalannya kurikulum di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember,” tutur beliau.
Beliau juga menekankan bahwa pendidikan memerlukan sarana untuk menjadikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Pagelaran arena gembira ini bukan hanya sekedar hiburan, tapi juga pendidikan seni, bahasa dan sosial. Semua ini adalah pembelajaran yang dapat menjadikan anak memiliki pengetahuan yang luas, kreatif, dan berakhlak mulia.
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember sendiri terkenal dengan lembaga pendidikan modern yang memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan yang terstruktur. Bukan hanya dididik secara intelektual, tapi santri juga dibentuk kepribadiannya lewat kegiatan sehari-hari. Dari shalat jama’ah, organisasi, KBM, sampai acara arena gembira ini menjadi kurikulum pendidikan yang integral.
Pada malam itu, hadirin yang datang bukan hanya melihat sebuah penampilan, tapi sebuah pendidikan yang nyata. Dari santri, oleh santri, untuk santri. Itulah kalimat yang menjadi pegangan santri di pondok ini. Walaupun sederhana, acara ini memberikan pesan dan kesan mendalam, bahwa mendidik memerlukan usaha dan kebersamaan.
Usai acara, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I memberi nilai mumtaaz kepada seluruh peserta AG karena beliau merasa puas terhadap seluruh kerja keras para santri kelas 5 dan 6 yang sudah maksimal demi terselenggaranya agenda ini. “Sesungguhnya ini semua adalah untuk syiar dan kita semua bangga bahwa yang mengatur semua ini adalah anak-anak dimana masih setingkat kelas 2 dan 3 SMA. Ini sangat luar biasa. Saya beri nilai 10!,” kata beliau.
Pada akhirnya, harapan besar diberikan pada seluruh santri khususnya santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga melalui setiap kegiatan yang ada, mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, dapat dibuktikan bahwa pondok pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga wadah yang darinya lahirlah generasi berkarakter tinggi dan berdaya saing tinggi. (Ns/Qr)








