Jember- Pagi itu, ketika sinar matahari mulai menampakkan diri, disertai udara segar yang menemani, lapangan hijau Lembaga Pendidikan dan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mulai dipenuhi oleh langkah penuh semangat para peserta. Ini adalah apel tahunan, suatu kegiatan yang menjadi agenda wajib setiap tahun di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menggabungkannya dengan perayaan HUT RI, apel tahunan kali ini diadakan terpisah seperti yang pernah diadakan beberapa tahun silam.
Dalam kesempatan kali ini, Bapak Pimpinan Pondok Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I., selaku inspektur upacara menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktunya berkegiatan pincang atau bergerak setengah hati tanpa arah ataupun visi yang jelas. Melainkan harus berfikiran maju, maju, maju dan berkembang. Kebebasan, berdasarkan pendapat beliau, memiliki arti bahwa hidup harus lebih baik dari hari kemarin. Dan itu adalah cita-cita yang harus selalu dipegang. Kebebasan bukanlah menjadi ekstrem kiri atau berfikiran dan bertindak terlalu liar tanpa arah, dan ekstrem kanan yang terlalu kaku dan fanatik. Melainkan, kebebasan harus dilakukan secara seimbang sebagaimana prinsip khoiru ummah untuk menciptakan masa depan yang gemilang.
“Kita tidak akan menjadi orang hebat bila kita tidak pernah terbentur, terjatuh dan terpojok,” ujar beliau.
Mengutip pemikiran dari Tan Malaka, “terbentur, terbentur, terbentur, kemudian terbentuk.”. Beliau menegaskan jangan memendam bahkan sampai meninggalkan potensi diri. “Nyalakan semua jiwa dalam diri kita. Sekali layar terkembang, pantang menoleh kebelakang. Sekali kapal berlayar, pantang kita menyerah,” tegas beliau dengan penuh semangat membara.
Diakhir amanat, beliau menyampaikan bahwa kita semua adalah abdi perjuangan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama atas negeri ini dan umat ini. Tanggung jawab bukan hanya tersampaikan dengan perkataan melainkan juga terwujudkan dalam tindakan. Setiap individu diharuskan berkontribusi menurut perannya. Dengan demikian, kita akan menjadi solusi untuk negeri ini, bukan malah menjadi beban. Sehingga hadirnya kita di sini dapat menjadi bagian dari kemajuan umat.
Sebagai penutup, kegiatan apel tahunan ini bukan hanya sekedar tradisi, melainkan peluang bagi kita untuk dapat merenungkan kembali apa tujuan kita yang sebenarnya. Semoga, apel tahunan ini menjadi permulaan untuk kita menuju pribadi dan lembaga yang lebih baik lagi. (Al/Ns/Qr)









