Apa Itu Shalawat? Jenis, Keutamaan, dan Contohnya dalam Kehidupan Santri

    0
    116
    Shalawat Nabi

    Jember- Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, sebagai seorang umat kita dianjurkan untuk ikut bershalawat kepada beliau. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi:

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

    Tahukah kalian, apa itu shalawat? Ya, shalawat adalah kalimat do’a atau pujian sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada Rasulullah SAW. Di samping itu, shalawat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu shalawat ma’tsurah dan shalawat ghoiru ma’tsurah.

    Shalawat ma’tsurah adalah sholawat yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW melalui hadist, baik yang shahih maupun yang hasan. Biasanya, shalawat ini digunakan saat beribadah, seperti contohnya shalawat Ibrahimiyah yang sering kita ucapkan ketika sholat.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Baca Juga :  SAHUR: Berkah di Sepertiga Malam dan Pahala Membangunkan Sesama

    Sedangkan, shalawat ghoiru ma’tsurah adalah shalawat yang disusun oleh para ulama’ terdahulu sebagai bentuk pujian dan do’a untuk Nabi Muhammad SAW. Shalawat ini umumnya dibaca dalam majelis shalawat atau pada amalan-amalan tertentu. Salah satu contohnya adalah shalawat Tibbil Qulub.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

    Dalam bahasa Arab, Tibbil Qulub berarti penyembuh hati. Bukan hanya arti semata, shalawat ini diyakini mampu menjadi penawar untuk segala penyakit, baik secara lahirkan maupun batiniah. Maka dari itu, umat muslim menjadikan shalawat tersebut sebagai do’a kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus wasilah memohon kesembuhan dan ketenangan jiwa.

    Tentunya dalam hal ini Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember turut menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada setiap sholat, tepatnya saat tahiyat akhir, seluruh santri membaca shalawat Ibrahimiyah. Setelah itu, mereka berdzikir dan dilanjutkan dengan membaca shalawat Tibbil Qulub. Kegiatan tersebut rutin dilakukan oleh para santri. Meski ditengah padatnya jadwal kegiatan, mereka tetap diberi kesempatan untuk membaca shalawat agar terhindar dari berbagai penyakit serta diberi kekuatan lahir dan batin.

    Baca Juga :  Hari Santri: Momentum Meneguhkan Marwah Pesantren

    Semoga dengan rutin bershalawat, para santri dapat merasakan beragam keutamaan dari membaca shalawat, seperti diangkat derajatnya oleh Allah SWT, memperoleh rahmat serta ampunan, dijauhkan dari siksa api neraka, dan diberi petunjuk jalan dalam setiap kesulitan. (Al/Qr)

    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here