Jember- Etika dikenal juga sebagai akhlak. Etika menurut ajaran Islam menganut Al-Quran, sunnah dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Secara bahasa etika disebut dengan perangai atau kebiasaan. Namun, terdapat 2 macam etika yakni terpuji dan tidak terpuji.
Berbagai konsep etika dalam Islam telah berkembang dari ajaran-ajaran utama agama ini. Sehingga agama ini menekankan keesaan Allah (tauhid) sebagai prinsip utama. Keyakinan ini membentuk dasar moral dalam etika Islam dan dapat mendorong umat islam untuk hidup dengan kesadaran akan akuntabilitas moral di hadapan Allah. Selain tauhid, prinsip etika lainnya dalam Islam mencakup keadilan, kasih sayang, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Keadilan adalah prinsip fundamental yang memandu tindakan individu dan masyarakat dalam segala aspek kehidupan. Rasulullah Muhammad SAW sendiri dikenal sebagai contoh utama keadilan dalam hubungannya dengan sesama manusia.
Etika atau akhlak merupakan norma sopan santun yang berlandaskan syariat agama. Hal ini sangatlah penting bagi kehidupan setiap manusia. Pasalnya, orang yang beradab akan terhindar dari perbuatan tercela. Sebagai seorang Muslim, kita wajib menerapkan Berbagai etika dalam kehidupan kita. Walaupun hanya menjadi sebuah lelucon.
Seperti yang marak akhir-akhir ini, beberapa individu menganggap bahwa bercanda merupakan hal biasa. Akan tetapi, dalam garis besar tidak melampaui batas. Bercanda merupakan suatu hal yang dapat mencairkan suasana. Namun, bercanda yang berlebihan akan menimbulkan suatu permasalahan. Contohnya, rasa tidak nyaman bahkan tersinggung.
Adab Bercanda dalam Islam
- Dilarang Menyembunyikan Barang Orang Lain
- Dilarang Membuat Orang Lain Takut
- Dilarang Menghina dan Berbohong
- Dilarang Berkata Buruk
- Dilarang Mengolok-olok
Dalil Etika Menurut Al-Quran dan Hadits
الذين ينفقون في السراء والضراء والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang. maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” QS.Ali-Imran: 134.[5]
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR Al-Baihaqi dari Abu Hurairah)
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقًا
“Sesungguhnya orang yang terbaik dari kalian adalah orang yang terbaik akhlaknya”
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُم
“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya (di antara mereka)”
خالق الناس بخلق حسن
“Pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia”
مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسنٍ
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat timbangannya (di Hari Kiamat) dibanding Akhlak mulia”
“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempatnya denganku pada hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya”
Dari Nawwas bin Sam’an al-Anshari, katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan dan tentang dosa. Dia menjawab, “Kebaikan adalah akhlak yang mulia, dan dosa adalah sesuatu yang bergejolak dalam dadamu dan engkau merasa tidak senang apabila orang lain mengetahuinya”.
Kepada Siapa Kita Harus Beretika Mulia?
- Allah, yakni etika yang harus diterapkan antara seorang ciptaan-Nya kepada penciptanya. Misalnya, beribadah, tawakal, puasa, berdzikir.
- Al-Quran, yakni adab yang wajib dilakukan oleh setiap manusia. Khususnya seorang muslim, yaitu memuliakan dan menghormati Al-Quran sebagai kitab suci. Misalnya, adab ketika membaca, menghafal dan mengamalkannya.
- Rasulullah, yaitu adab seseorang berinteraksi kepada Rasulullah serta ajarannya. Misalnya, menghormati dan menjalankan sunnah Nabi.
- Diri Sendiri, yaitu etika bagi setiap seseorang untuk menghormati diri sendiri. Contoh, menjaga kesehatan.
- Semua Makhluk Allah, perintah ini tidak hanya berlaku untuk manusia akan tetapi semua ciptaan Allah. Baik hewan dan tumbuhan.
Mendidik anak remaja dalam menjaga etika terkadang dinilai gampang-gampang sulit. Oleh karena itulah banyak orang tua yang akhirnya menitipkan putra putrinya ke dalam pondok pesantren demi menanamkan akhlaqul karimah sehingga mereka dapat memiliki etika dan moral yang baik sebagai umat muslim. Demikian halnya di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Penanaman etika sudah dilakukan sebagai peraturan sehari-hari, misalnya melalui nasihat dan tausiyah para ustadz, melalui kegiatan belajar mengajar di kelas, pembiasaan shalat berjamaah dan mengaji secara rutin, aktivitas muhadloroh, dan lain-lain.
Demikian penjelasan tentang Etika dalam Perspektif Islam. Dari penjelasan tersebut etika memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Berbagai etika tersebut memiliki pedoman yang kuat sehingga dapat diterapkan dengan baik dalam sehari-hari. Harapannya dengan adanya berbagai etika ini, setiap manusia dapat berinteraksi dengan baik, benar dan bijak. (Rb/Qr)









