Home Catatan Etika Berpakaian Menurut Syariat Islam

Etika Berpakaian Menurut Syariat Islam

0
1821
Pondok Jember
Pondok Jember

Jember – Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga penampilan dan berpakaian sesuai dengan ketentuan agama Islam. Etika berpakaian menurut syariat Islam bukan hanya tentang memilih pakaian yang sesuai dengan tren, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keimanan dan kesopanan. Dalam Islam, berpakaian bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri, orang lain, dan Tuhan. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam berpakaian, antara lain sebagai berikut:

  1. Menutup Aurat

Menutup aurat merupakan poin utama dalam etika berpakaian menurut syariat Islam. Aurat adalah bagian tubuh yang harus ditutupi dari pandangan orang yang bukan mahram. Bagi pria, aurat yang harus ditutupi adalah dari pusar hingga lutut. Sementara bagi wanita, aurat yang harus ditutupi adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, meskipun banyak ulama yang berpendapat bahwa sebaiknya wajah juga ikut ditutupi dalam kondisi tertentu. Maka dari itu, pakaian yang dikenakan oleh umat Islam harus mampu menutupi aurat sesuai dengan ketentuan tersebut.

  1. Tidak Berlebihan dalam Berpakaian 

Islam mengajarkan agar umatnya tidak berlebihan dalam berpakaian, baik dalam hal kemewahan maupun kesombongan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf (7:31), yang berbunyi:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak Adam, ambillah perhiasanmu di setiap masjid dan makanlah serta minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Al-A’raf (7:31)

Hal ini menunjukkan bahwa berpakaian yang sederhana dan tidak berlebihan sangat dihargai dalam Islam. Tujuan berpakaian adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup, bukan untuk menyombongkan diri di hadapan orang lain.

  1. Tidak Terlalu Ketat atau Menonjolkan Aurat
Baca Juga :  Memahami Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Selain menutup aurat, etika berpakaian dalam Islam juga mengatur agar pakaian yang dikenakan tidak terlalu ketat atau menonjolkan bentuk tubuh yang dapat menarik perhatian lawan jenis. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum melihat keduanya, yaitu: orang-orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung pada maksiat dan menggoyangkan tubuhnya.” (HR. Muslim). 

Pakaian yang longgar dan tidak menonjolkan bentuk tubuh dianggap lebih baik oleh ajaran Islam karena dapat menjaga kehormatan dan kesopanan.

  1. Menjaga Kebersihan dan Kerapian

Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian dalam berpakaian. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim). 

Oleh karena itu, pakaian yang bersih dan rapi adalah bagian dari etika berpakaian yang baik dalam Islam. Kebersihan tubuh dan pakaian adalah bagian dari kesucian yang harus dijaga oleh setiap Muslim.

  1. Menghindari Pakaian yang Mengandung Simbol atau Gambar yang Bertentangan dengan Islam

Dalam Islam, umatnya diingatkan untuk menghindari pakaian yang memiliki simbol atau gambar yang bertentangan dengan ajaran agama. Misalnya, pakaian yang menggambarkan kekufuran, keburukan, atau simbol-simbol yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, hal ini karena pakaian juga termasuk identitas dan keyakinan seseorang.

  1. Pakaian Sesuai dengan Tempat dan Waktu

Etika berpakaian menurut syariat Islam juga mencakup kesesuaian pakaian dengan tempat dan waktu. Misalnya, saat beribadah, umat Islam dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang bersih dan sopan. Demikian juga, pakaian yang dikenakan di luar rumah atau di tempat-tempat umum harus disesuaikan dengan ketentuan dan adab sosial yang berlaku.

  1. Tidak Mengikuti Tren yang Bertentangan dengan Islam
Baca Juga :  Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

Islam melarang umatnya mengikuti tren yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Misalnya, tren yang menggugah hawa nafsu atau yang mengandung unsur kesesatan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memilih pakaian yang tidak hanya modis, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, seperti kesederhanaan, kesopanan, dan menutup aurat.

Sebagaimana yang diajarkan di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, dimana para santri diharuskan berpakaian secara sopan dan tidak melanggar syariat. Berbusana muslimah dan tertutup bagi santriwati, demikian bagi santri putra tidak diperkenankan memakai celana pendek. Pondok juga menanamkan nilai kesederhanaan melalui cara berpakaian, karena hal ini juga sebagai salah satu cara mengikuti Nabi Muhammad SAW yang sederhana melalui pakaiannya dan tidak berlebih-lebihan dalam penampilannya.

Etika berpakaian dalam Islam mengandung nilai-nilai moral dan spiritual yang dalam. Pakaian bukan hanya sekadar penutup tubuh, tetapi juga cerminan dari keimanan, kesopanan, dan penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain. Seseorang yang berpakaian sesuai syariat Islam adalah orang muslim yang dapat menjaga kehormatan diri, menghindari kesombongan, dan memuliakan agama. Hal tersebut merupakan sebagian dari ibadah dan usaha untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim hendaknya selalu memperhatikan etika berpakaian dan menerapkan hal-hal yang telah ditetapkan dan diajarkan dalam ajaran Islam.(R²M/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here