Home Catatan Ujian Kursus Sore: Tips dan Trik Menanggulangi Kecurangan Ujian

Ujian Kursus Sore: Tips dan Trik Menanggulangi Kecurangan Ujian

0
639

Jember- Pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2024 Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengadakan kegiatan ujian kursus sore. Ujian ini bertujuan untuk mengasah kemampuan santriwati sebelum ujian semester dimulai. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari pada pukul 14.00 sampai 14.45 WIB. Sedangkan, terdapat 6 materi yang diujikan yaitu mutholaah, nahwu, shorof, reading, mufrodat dan vocab. 

Selama ujian ini berlangsung seluruh kegiatan seperti muhadhoroh, pramuka, ekstrakurikuler, dan minat bakat ditutup untuk sementara waktu. Hal ini bertujuan agar para santri dan santriwati fokus belajar. Kegiatan ujian kursus sore ini tidak kalah penting dengan ujian semester. Sehingga para peserta didik mengikutinya dengan semangat dan tertib. Sebab memiliki tujuan yang sama yakni mengukur kualitas dan kuantitas belajar santri.

Berdasarkan undang-undang No.30 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional bab XVI pasal 57 ayat 1, diketahui bahwa ujian merupakan evaluasi yang dilaksanakan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional, sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Tujuan Ujian

  1. Evaluasi kemajuan akademis siswa 
  2. Evaluasi efektivitas pengajar di kelas
  3. Menciptakan standar pendidikan
  4. Menciptakan gambaran tentang setiap pencapaian siswa
  5. Mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan nasional 
Baca Juga :  Persiapan Ujian Akhir, Beberapa Kegiatan Santri Resmi Ditutup

Manfaat Ujian bagi Peserta Didik

  1. Menghargai waktu
  2. Memahami pentingnya belajar 
  3. Melatih kejujuran 
  4. Lebih menghargai usaha
  5. Motivasi diri

Tips Menghindari Kecurangan Ketika Ujian

  1. Meningkatkan Integritas Belajar

Cara untuk meningkatkan integritas belajar adalah memberikan pengertian kepada peserta didik akan makna kecurangan beserta konsekuensinya. Tak hanya itu, santri dan santriwati harus memahami bahwa integritas akademis sangat penting.

2. Menyusun Soal yang Lebih Bermutu 

Salah satu cara menanggulangi kecurangan ujian adalah memberikan soal keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sehingga santri dan santriwati dapat menerapkan informasi dan konsep pada kasus baru. 

3. Menerapkan Berbagai Macam Penilaian

Terdapat beberapa metode penilaian, diantaranya adalah penilaian formatif, sumatif, penempatan, diagnostik dan tes.

4. Menggunakan Pertanyaan Terbuka atau Essay

Manfaat dari penerapan soal dan tugas terbuka adalah para peserta harus menjawab menggunakan pemikiran masing-masing. Sehingga jumlah kecurangan ujian dapat teratasi. 

5. Menggunakan metode pengujian adaptif

Pengujian adaptif merupakan suatu pengujian yang disesuaikan dengan kemampuan dan kinerja tiap santri dan santriwati.

6. Menggunakan Langkah-langkah Keamanan 

Baca Juga :  Silaturahmi Jajaran Dewan Pimpinan ke Malang, Kunjungi Prof. Imam Suprayogo hingga IIBS Thursina.

Metode keamanan yang dapat diterapkan adalah item Pilihan Ganda Opsi Diskrit (DOMC). Tak hanya itu, pengujian keamanan juga dapat dilakukan untuk mengamankan sistem dan aplikasi komputasi. Beberapa metode pengujian yang dapat dilakukan adalah penetration testing, pemindalan keringanan, dan tinjauan kode.

7. Menyediakan Tugas Alternatif 

Tugas alternatif dapat menjadi pengganti apabila terjadi suatu hal yang dapat menghambat pelaksanaan suatu ujian seperti masalah koneksi. Sehingga pelaksanaan ujian tidak akan terhambat.

8. Menggunakan Detektor Kecurangan

Salah satu fungsi dari detektor adalah untuk mengurangi peluang kecurangan saat ujian. Misalnya perangkat lunak atau software.

9. Menerapkan Proktor 

Proktor merupakan pendidikan atau tenaga pendidikan dari sekolah yang melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). ANBK memiliki fungsi memberikan kualitas pendidikan di setiap sekolah. 

Harapannya dengan adanya ujian kursus sore ini semanagat belajar para santri dan santriwati dapat meningkat. Sebab, terdapat pepatah yang mengatakan “Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.” Sehingga para peserta didik dan pengajar dapat melaksanakan tugas secara totalitas serta seluruh materi pembelajaran dapat terserap dengan baik. (Rb/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here