Home Catatan Stop Bermalas-malasan! Ketahui Dampak dan Cara Mengatasinya

Stop Bermalas-malasan! Ketahui Dampak dan Cara Mengatasinya

0
134

Jember- Malas merupakan suatu kondisi dimana seseorang terlena dengan kenyamanan yang tidak memberikan manfaat, sehingga kemampuan, energi, serta waktu yang dimiliki terbuang sia-sia dan pekerjaan jadi tertunda. Sedangkan menurut KBBI, malas berarti tidak mau bekerja atau melakukan sesuatu.

Perlu kita ketahui, dampak bermalas-malasan bukanlah hal yang sepele, karena selain membuat kita tidak berkembang, hal tersebut juga membawa kita ke masa depan yang akan dipenuhi oleh rasa penyesalan. Maka dari itu, kita perlu berupaya untuk mengatasi rasa malas tersebut.

Dalam buku Untuk Kamu yang Malas dan Suka Menunda, Noura (2024) terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan malas itu muncul, yaitu:

1.Malas yang dipengaruhi oleh neuroticism dan conscientiousness

Neuroticism and conscientiousness adalah dua dimensi kepribadian big five yang dimiliki setiap individu. Neuroticism merupakan dimensi yang menggambarkan kecenderungan seseorang untuk mudah marah dan cemas. Nilai neuroticism yang tinggal mampu menciptakan manusia yang suka berpikiran negatif dan juga gelisah, sehingga manusia akan sibuk dengan ketakutan terhadap kinerja yang buruk. Sedangkan, conscientiousness adalah dimensi yang menunjukkan tingkat kesungguhan. Jadi, apabila skor conscientiousness rendah, seseorang akan rentan berusaha atau bekerja karena kurangnya indikator dedikasi dalam diri mereka. Dengan begitu, dapat diketahui bahwa tinggi rendahhya skor neuroticism dan conscientiousness sangat berpengaruh terhadap kemalasan.

Baca Juga :  Ramadhan Di Pesantren

2.Malas yang bermula dari kebiasaan

Ibarat seorang wanita yang sedang belajar membuat roti, apabila sudah terbiasa, ia akan dengan mudah membuat sekalipun tidak melihat resepnya. Begitu pun rasa malas, apabila terus-menerus dipelihara ia akan menjaring dalam diri kita hingga sulit untuk disingkirkan.

Lantas, jika rasa malas sudah lama tertanam, apakah masih bisa ditinggalkan? Tentu saja, namun hal tersebut memerlukan kekonsistenan dan juga proses yang tidak mudah. Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai langkah awal:

1.Meninggalkan rasa takut dan memegang prinsip kuat

Ketakutan akan kegagalan harus disingkirkan, karena hal tersebut hanya akan memenuhi pikiran yang membuat kita terus menunda-nunda pekerjaan, akibatnya waktu dan energi yang kita miliki terbuang sia-sia. Di samping itu, kita juga perlu memiliki prinsip “Apabila kegagalan menghampiri, kita bisa coba lagi nanti.” dengan begitu motivasi dalam diri kita dapat meningkat.

2.Mencapai target dengan cara yang menyenangkan

Seringkali kita merasa bosan ketika dihadapi dengan pekerjaan yang tidak membuat kita senang, alhasil kita akan menunda pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu, perlu bagi kita untuk menyusun strategi dalam mencapai target sesuai dengan kegemaran kita.

Baca Juga :  Rumus Jadi Lebih Produktif: "Start From The End!"

3.Mengasah konsentrasi dengan membuat perencanaan jangka panjang

Dengan meyusun perencanaan jangka panjang, maka konsentrasi kita dapat terlatih serta aktivitas lebih terarah. Alhasil, rasa ingin bermalas-malasan bisa dihindarkan.

Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, para santri dididik dan dibina agar tidak sampai terjerumus dalam kebiasaan bermalas-malasan. Oleh sebab itu, pondok pesantren berupaya menerapkan pembiasaan disiplin harian melalui jadwal teratur mulai sejak bangun tidur hingga tidur kembali sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tak hanya itu, para santri juga senantiasa diberi motivasi oleh asatidz dan ustadzaat agar tetap semangat dan tidak bermalas-malasan. Akhirnya kita berharap, semoga para santri tidak terperangkap dalam rasa malas, sampai masa depan cemerlang berada di hadapan mereka.

Referensi:
1. Noura. 2024. Untuk Kamu yang Malas dan Suka Menunda. Daerah Istimewa Yogyakarta: Yash Media.

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here