Home Terkini Musyawarah Kerja Organisasi Santri: Belajar Bertugas dengan Totalitas

Musyawarah Kerja Organisasi Santri: Belajar Bertugas dengan Totalitas

0
96

Jember- Musyawarah Kerja (Muker) merupakan awal bagi perjalanan organisasi santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Muker tidak dimaknai sebagai akhir dari perencanaan, melainkan sebagai garis start dimulainya tanggung jawab dan kerja nyata seluruh pengurus selama satu periode ke depan.

Penutupan Muker dilaksanakan pada 28 Desember 2025 setelah shalat Ashar bertempat di Gedung Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Kegiatan tersebut diresmikan dengan pemukulan palu tiga kali sebagai tanda berakhirnya rangkaian musyawarah sekaligus dimulainya tahap pelaksanaan program kerja.

Dengan ditutupnya Muker, seluruh program yang telah disepakati menuntut tindak lanjut yang konkret. Pengurus OSBA dan koordinator tidak lagi berada pada tahap wacana, melainkan dituntut untuk segera bergerak dan menerjemahkan menjadi kegiatan nyata yang terukur dan bertanggung jawab.

Pengurus OSBA dan koordinator diharapkan tidak diam atau berjalan di tempat. Ketika amanah telah diberikan, setiap bagian harus bergerak sesuai perannya mading-masing. Apabila terdapat bagian yang tertinggal atau berjalan lebih lambat, hal tersebut akan menjadi indikator bahwa ada perencanaan atau koordinasi yang perlu segera dibenahi.

Baca Juga :  Pengurus OSBA MMaI Adakan Laporan Pertanggung Jawaban, Evaluasi Tahunan Amanah Organisasi

Perencanaan program kerja harus disusun secara realistis, terukur, dan berkesinambungan sepanjang tahun. Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, hal ini penting agar program tidak menumpuk di satu waktu dan tetap selaras dengan ritme pendidikan serta pembinaan santri.

Dalam pelaksanaannya, kualitas program lebih diutamakan daripada kuantitas. Banyaknya kegiatan tidak selalu mencerminkan keberhasilan organisasi. Program yang sedikit namun dirancang matang dan dilaksanakan secara serius justru lebih mampu memberikan dampak yang nyata.

Seluruh program yang dijalankan hendaknya diniatkan lillahi ta’ala. Niat yang lurus menjadi landasan utama agar setiap aktivitas organisasi tidak sekedar bernilai kerja, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan pengabdian.

Dengan niat tersebut, lelah, capek, bahkan sakit yang dirasakan selama proses pengabdian tidak menjadi sia-sia. Semua itu bernilai pahala di sisi Allah SWT, sekaligus menjadi bekal spiritual dalam menjalankan amanah organisasi hingga akhir periode dengan sebaik-baiknya.

Dengan berakhirnya rangkaian Musyawarah Kerja ini, diharapkan seluruh pengurus OSBA dan koordinator gerakan pramuka Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mampu menjalankan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab, konsistensi, dan keikhlasan. Semoga perencanaan yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik, memberi manfaat nyata bagi santri, serta mengantarkan seluruh pengabdian tersebut menuju hasil yang berkualitas dan penuh keberkahan. (Ns/Qr)

Baca Juga :  Bismillah! Pesantren Baitul Arqom Bersiap dengan Sistem Cashless
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here