Jihad Bukan Hanya Soal Perang

0
200

Jember- Sering kali, orang menganggap bahwa jihad hanya mencangkup pada peperangan. Dalam islam, jihad memiliki makna yang luas, bukan hanya soal perang melainkan perjuangan dengan kesungguhan hati untuk membela serta menegakkan agama Islam dan mendapat ridho Allah. Dengan begitu, setiap kebaikan seorang muslim akan dinilai sebagai jihad.

Ditegaskan dalam firman Allah

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَࣖ

Artinya:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut: 69)

Ayat ini menyatakan bahwa jihad bukan hanya soal berperang, melainkan dalam banyak aspek kehidupan, seperti menuntut ilmu, beribadah dan melawan hawa nafsu.

Rasulullah pun mengajarkan mengenai jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu. Disebut demikian karena melawan hawa nafsu dalam diri sendiri, yang mana pengendaliannya membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan usaha dengan tekad kuat. Dengan demikian, jihad ini adalah perjuangan dalam menjaga iman, ibadah dan akhlak.

Baca Juga :  Proses Selanjutnya Bagi Santri - Santriwati Baru Yang Mendaftar Secara Online

Dalam ranah pendidikan, jihad bisa berupa kesungguhan dalam menimba ilmu. Seorang santri yang bersungguh-sungguh dalam belajar, menghafal dan memahami ilmu, sesungguhnya sedang berjihad. Ia rela menyerahkan segala waktu, tenaga dan pikirannya hanya untuk mendapat ridho Allah dengan ilmu.

Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember hadir sebagai tempat berjihad dalam menuntut ilmu. Santri bukan hanya diajarkan ilmu agama, tapi juga ilmu umum, bahasa, dan life skill. Hal ini untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan zaman yang terus ada. Kehidupan dalam pesantren juga mendidik santri untuk berjihad. Disiplin, hidup sederhana, mandiri, dan taat aturan adalah cara yang diajarkan agar dapat mengendalikan hawa nafsu. Sehingga menjadi pijakan yang kuat sebelum terjun ke masyarakat.

Kesimpulannya, jihad bukan hanya perang, melainkan perjuangan dalam pendidikan, pembentukan diri, dan mengabdi pada masyarakat. Semoga kita semua termasuk dalam kumpulan orang-orang yang berjihad dan selalu dalam ridho-Nya. (Ns/)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here